BEKASI.POJOKSATU.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, untuk melakukan pengecekan kesehatan bagi penderita stunting.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mengatakan, bahwa masih banyak ditemukan anak-anak di wilayah kota Bekasi yang terkena stunting dan belum sembuh. Ini dikarenakan adanya penyakit bawaan.
Dengan dilakukan cek kesehatan, kata Faisal, penyakit bawaan bisa diketahui untuk selanjutnya diobati.
Baca Juga: Pemdes Kertarahayu Sambut Baik Program Babe Angkat Stunting
"Kita minta seluruh penderita stunting dicek kesehatannya, yang punya penyakit bawaan seperti anemia atau paru-paru obati. Karena percuma mereka diberikan tambahan gizi kalau ternyata mereka masih sakit," kata Faisal, Jumat 2 Mei 2025.
Menurut dia, Pemkot Bekasi saat ini baru sebatas membuat pilot projek dengan melibatkan puskesmas.
Untuk itu, pemeriksaan kesehatan bagi penderita stunting di wilayah Kota Bekasi harus dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Lurah Burangkeng Bareng Satgas Stunting Keliling Desa, Antar Makanan Tambahan dan Vitamin
"Oleh karena itu saya meminta agar Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran khusus untuk mengobati penderita stunting. Ini penting kalau memang penderita stunting ini mau sembuh," tegas dia.
Dia menjelaskan, berdasarkan data penderita stunting di wilayah Kota Bekasi tersebar merata di hampir seluruh kelurahan. Setiap kelurahan ada 10 hingga 50 penderita stunting.
"Jumlah pastinya saya tidak hafal, tapi per kelurahan itu antara 10 hingga 50 pengidap stunting. Ada yang satu kelurahan 10, ada yang satu kelurahan 50, bervariasi," jelas dia. ***




