BEKASI.POJOKSATU.ID - ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi diimbau untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor setiap hari Jumat.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebagai bagian dari upaya mendorong penghematan energi sekaligus mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Kebijakan ini melengkapi aturan yang telah lebih dulu diterapkan, yakni sistem Work From Home bagi ASN setiap hari Rabu.

Dengan dua kebijakan tersebut, Pemkot Bekasi berupaya mengoptimalkan efisiensi kerja sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Jasad dalam Freezer di Bekasi, Polisi Temukan Potongan Tubuh di Dua Titik Berbeda

“Kalau Rabu itu memang Work From Home (WFH). Untuk Jumat itu imbauan, ASN bisa pakai sepeda,” ujar Tri Adhianto, Selasa 31 Maret 2026.

Imbauan bersepeda ini bersifat tidak wajib, namun diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif bagi ASN dalam mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain berdampak pada penghematan energi, penggunaan sepeda juga dinilai mampu meningkatkan kesehatan dan kebugaran.

Di sisi lain, bagi ASN yang tetap menggunakan kendaraan bermotor, Pemkot Bekasi juga mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik maupun hybrid.

Baca Juga: Warga Bekasi Tunda Bayar PBB Demi Lebaran, Realisasi Pajak Baru 8,3 Persen hingga Akhir Maret

“Atau kalau pakai kendaraan gunakan yang listrik atau hybrid,” tambah Tri.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon di tingkat daerah.

Penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan menjadi salah satu fokus dalam kebijakan tersebut.

Selain berdampak pada lingkungan, kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan perubahan pola pikir di kalangan ASN untuk lebih peduli terhadap isu keberlanjutan.

Dengan dimulai dari kebiasaan sederhana seperti bersepeda, perubahan besar dinilai dapat tercapai secara bertahap.

Pemkot Bekasi pun berharap kebijakan ini dapat direspons positif oleh para ASN dan menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menerapkan gaya hidup hemat energi.

Ke depan, langkah-langkah serupa kemungkinan akan terus dikembangkan guna memperkuat komitmen daerah dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.***