BEKASI.POJOKSATU.id – Kondisi Asrama Mahasiswa Bekasi yang dikelola Ikatan Keluarga Mahasiswa Bekasi (Ikamasi) dan menjadi aset Pemerintah Kota Bekasi kini memprihatinkan. Kerusakan terlihat di berbagai bagian, mulai dari kayu yang lapuk, instalasi listrik yang menua, hingga fasilitas kamar yang menurun kualitasnya, sehingga kenyamanan mahasiswa terganggu.
Padahal, asrama ini selama ini menjadi rumah kedua bagi mahasiswa asal Kabupaten dan Kota Bekasi di perantauan, yang seharusnya aman dan nyaman untuk mendukung studi serta kegiatan organisasi. Pemkab Bekasi yang juga memiliki asrama baru saja menyelesaikan renovasi, namun tetap disarankan memiliki anggaran perawatan berkelanjutan agar kondisi tetap terjaga.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, diminta segera menginstruksikan rehabilitasi ringan, termasuk mengganti kayu yang rusak, memperbarui instalasi listrik, dan menata ulang fasilitas pendukung.
Baca Juga: Sentra Kue Subuh Resmi Soft Opening di Mall Bekasi Junction, Sediakan Lapak untuk UMKM
“Kami mendorong instansi terkait untuk turun langsung melihat kondisi asrama. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi kepedulian terhadap masa depan generasi muda Bekasi,” ujar Penasihat Dewan Alumni Ikamasi, Septiana, dalam keterangan pers yang diterima Redaksi, Senin, 11 Agustus 2025.
Ketua Umum Ikamasi, Wahyu Nur Said, juga menyampaikan harapan besar mahasiswa Bekasi, kabupaten dan kota, yang tergabung dalam Ikamasi Bekasi Raya, adalah mendapatkan perhatian nyata dalam perbaikan dan perawatan asrama.
"Jika dibebankan kepada mahasiswa sangat tidak mungkin terselesaikan. Pemkab dan Pemkot harus bersama menjaga agar dua asrama yang ada dapat digunakan hingga puluhan tahun," kata dia.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tinjau Revitalisasi Jembatan 0 dan Pembangunan Polder Air
Saat ini, Bekasi memiliki dua asrama mahasiswa Bekasi: satu milik Pemkab yang relatif terawat, dan satu milik Pemkot yang membutuhkan perhatian khusus. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting sebagai bukti komitmen membangun SDM unggul. Jika diabaikan, kerusakan bisa meluas dan biaya perbaikan membengkak. Tindakan cepat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan mahasiswa Bekasi Raya.***




