BEKASI.POJOKSATU.id Sebanyak 320 pelajar SMPN 62 Bekasi yang tergabung dalam Unit Sekolah Baru (USB) harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung yang nyaris roboh.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya terdapat empat ruang kelas aktif yang digunakan untuk proses belajar. Namun seluruh ruangan tersebut mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa bagian atap sudah bolong.

Salah satu siswi, Nur Abidah (15 tahun), mengaku tidak nyaman belajar dalam kondisi seperti itu.

“Pernah roboh atap, aslinya enggak terlalu kayak gini tapi tiba-tiba roboh gitu pas kita lagi belajar,” ujar Nur, Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca Juga: Siswa SMPN 62 Bekasi Belajar dengan Lesehan di Bekas Kantor Kelurahan

Nur menambahkan, kondisi memburuk ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Bekasi. Banyak bagian bangunan yang bocor sehingga siswa harus menyingkirkan air agar bisa melanjutkan pelajaran.

“Kalau hujan besar pasti di sini ada yang bocor, otomatis kita langsung membersihkan ruangan untuk proses belajar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, siswa lainnya, Daffa Fadhilah (15 tahun), mengaku khawatir dengan kondisi gedung sekolah yang tidak layak.

“Sebenarnya agak terganggu, karena takut atap roboh saat sedang belajar gitu dan kena ke siswa yang ada di sekolah,” ungkap Daffa.

Kondisi ini membuat siswa dan guru berharap segera ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak parah tersebut.***