BEKASI.POJOKSATU.id - Musim hujan tampaknya akan tiba dalam waktu dekat dan warga Kota Bekasi yang tinggal di daerah rawan banjir tidak bisa bernapas lega.

Setidaknya ada 3 penyebab utama banjir di Kota Bekasi. Pertama, karena drainase mampet atau tidak berfungsi dengan normal. Kedua, kali yang mengalami pendangkalan sehingga airnya rentan meluap ke permukiman warga.

Dan, ketiga karena banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi, yaitu wilayah Kabupaten Bogor.

Hujan deras yang menerpa Kota Bekasi pada hari Jumat, 3 November 2023, cukup untuk membuat jalan utama di Pondok Ungu Permai, Kecamatan Bekasi Utara, kebanjiran.

Baca Juga: Hujan Sebentar, Jalan Utama Wilayah Pondok Ungu Permai Banjir

Kemudian pada hari Sabtu, 4 November 2023, sejumlah wilayah juga mengalami banjir karena drainase mampet maupun kiriman dari hilir.

Banjir terjadi di 3 kecamatan yang yaitu Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bekasi Timur dan juga Bekasi Utara.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi Idham Khalid menjelaskan bahwa banjir menggenangi Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) yang berada di Jatiasih.

Di Bekasi Timur banjir terjadi di Kelurahan Bekasijaya, dan di Bekasi Utara banjir terjadi di Kampung Lebak, Kelurahan Telukpucung.

Baca Juga: Musim Hujan Menjelang, BPBD Minta Warga Kota Bekasi Waspada Banjir

Idham menerangkan yang melanda 3 lokasi itu mulai dari ketinggian 20 sentimeter hingga 80 sentimeter. Banjir yang terjadi tersebut dikarenakan kiriman dari wilayah Bogor melalui Kali Cikeas, Kali Cileungsi dan Kali Bekasi.

"Pondok Gede Permai (PGP) memiliki ketinggian air 20 sentimeter, Kampung Lebak Teluk Pucung memiliki ketinggian air 20 sentimeter, dan sekitaran wilayah Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Utara melalui RT 17 RW 13 memiliki ketinggian air berkisar 60 sampai 80 sentimeter," ujar Idham dari keterangan tertulis, Senin 6 November 2023.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi tersebut merupakan warga yang berdekatan dengan aliran Sungai (DAS) kali Bekasi.

Jelang Minggu, 5 November 2023, banjir di 3 lokasi tersebut berangsur-angsur surut.***