BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan memperkuat langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya kasus malaria di tengah arus balik Lebaran 2026.

Tingginya mobilitas masyarakat pascamudik dinilai berpotensi membawa risiko penularan penyakit dari wilayah endemis ke daerah perkotaan.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Kota Bekasi menggelar pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik kedatangan, seperti Terminal Induk Bekasi dan Terminal DAMRI Kayuringin, yang berlangsung mulai 25 hingga 28 Maret 2026.

Pemeriksaan ini menyasar warga yang baru tiba dari perjalanan jauh, terutama dari daerah dengan tingkat kasus malaria tinggi.

Baca Juga: 7.784 PPPK Kabupaten Bekasi Ikuti Orientasi Besar-Besaran 2026, Disiapkan Jadi ASN Profesional dan Berintegritas

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kasus malaria guna mencegah potensi penularan di wilayah Kota Bekasi,” ujar Satia Sriwijayanti, dikutip dari Radar Bekasi, Rabu 25 Maret 2026.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mengantisipasi penyebaran penyakit menular, khususnya malaria yang dapat berkembang jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada pemeriksaan di lapangan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Bekasi mengimbau seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala demam, terutama yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah endemis.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Dorong Wisata Industri Berbasis MICE untuk Perkuat Ekonomi

Pemeriksaan malaria diminta dilakukan sesuai standar medis terhadap pasien yang dicurigai.

“Kami mengimbau kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada malaria,” ucapnya.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta untuk melakukan penanganan kasus sesuai pedoman yang berlaku serta melaporkan setiap temuan kasus kepada Dinkes untuk ditindaklanjuti.

Penguatan sistem pencatatan dan pelaporan melalui surveilans malaria juga menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan.

Satia menegaskan, peran aktif tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam mendeteksi kasus sejak dini agar tidak berkembang menjadi penyebaran yang lebih luas.

Kolaborasi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap aman pasca Lebaran.

Baca Juga: Camat Cibitung Santuni Korban Kecelakaan Mudik dan Pastikan Kamtibmas Lebaran Tetap Kondusif

Dengan langkah cepat dan terukur ini, Pemkot Bekasi berharap potensi masuknya kasus malaria dapat ditekan.

Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam setelah melakukan perjalanan dari luar daerah, sebagai upaya bersama mencegah penyebaran penyakit.***