BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September atau Oktober 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratma, mengatakan langkah penghematan diperlukan untuk menjaga ketersediaan cadangan air tanah di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan.
Menurutnya, masyarakat dapat mengurangi aktivitas yang mengonsumsi air dalam jumlah besar, seperti mencuci kendaraan setiap hari.
“Kalau biasanya mencuci kendaraan setiap hari, selama musim kemarau bisa dikurangi menjadi satu kali dalam seminggu,” ujar Wiratma, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga: Kepatuhan Pajak Kendaraan Masih 60 Persen, Rp53 Miliar Belum Masuk Kantong Pemkot Bekasi
Meski debit Kali Bekasi mengalami penyusutan, Wiratma memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu pasokan air baku bagi masyarakat. Ia menjelaskan, penyusutan hanya terjadi di bagian hilir atau sisi utara Bendung Bekasi, sedangkan cadangan air di bagian selatan bendung masih mencukupi.
“Di Bendung Bekasi masih terdapat cadangan air karena memang ditahan untuk kebutuhan irigasi, suplai air baku PDAM, dan kebutuhan lainnya. Jadi sangat wajar apabila bagian setelah bendung terlihat lebih kering,” katanya.
BPBD juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan air Perumda Tirta Patriot. Selain mengandalkan Bendung Bekasi, kebutuhan air baku juga mendapat suplai dari aliran Kalimalang.
“Fenomena ini memang biasa terjadi saat musim kemarau. Di sisi selatan Bendung Bekasi kondisi air masih aman,” jelasnya.
Hingga saat ini, BPBD Kota Bekasi belum menerima laporan terkait kekeringan yang menyebabkan sumur warga mengering. Laporan yang sempat diterima hanya berkaitan dengan gangguan distribusi air Perumda Tirta Patriot, yang langsung ditangani melalui pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki.
“Untuk warga yang menggunakan air tanah, sejauh ini belum ada laporan kekurangan air. Pasokan PDAM juga tetap aman karena mendapat tambahan suplai dari Kalimalang,” ungkap Wiratma.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan armada pengangkut air bersih yang siap diterjunkan apabila terjadi kekurangan air di permukiman. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi layanan darurat Kota Bekasi melalui nomor 112.
“Mobil tangki kami siap melakukan distribusi air bersih kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Selain menghemat penggunaan air, BPBD mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau dengan memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
“Selalu bawa tumbler berisi air minum dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, penyusutan debit Kali Bekasi akibat musim kemarau dimanfaatkan sejumlah warga untuk memancing dan menjala ikan di beberapa titik aliran sungai yang mulai dangkal.***




