BEKASI.POJOKSATU.ID - Berbagai upaya pembangunan sektor kesehatan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi mulai menunjukkan hasil positif.

Sejumlah indikator kemajuan layanan kesehatan berhasil diraih, bahkan mengantarkan Kota Bekasi memperoleh beberapa penghargaan bergengsi di bidang kesehatan.

Di antaranya Universal Health Coverage (UHC) Awards serta penghargaan Kota Sehat dengan predikat Swasti Saba Wiwerda.

Baca Juga: Ade Puspitasari Gelar Reses Konvensional di Pondok Gede, Serap Aspirasi Warga

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sektor kesehatan di Kota Bekasi terus bergerak ke arah yang lebih baik, baik dari sisi pemerataan layanan kesehatan, peningkatan fasilitas kesehatan, maupun program kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam memperkuat sistem layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, salah satu capaian penting yang berhasil dipertahankan adalah program Universal Health Coverage (UHC), yakni jaminan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat melalui sistem jaminan kesehatan nasional.

Baca Juga: Ade Puspitasari Ajak Warga Aktif Sampaikan Aspirasi dalam Kegiatan Reses

“Selain kita mempertahankan UHC, juga ada pengoperasian dua Puskesmas baru, kemudian redistribusi layanan kesehatan,” ujar Satia, dikutip dari Radar Bekasi, 11 Maret 2026.

Program UHC sendiri menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sektor kesehatan karena memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

Dengan keberhasilan mempertahankan program tersebut, Kota Bekasi dinilai mampu memberikan perlindungan kesehatan yang lebih luas bagi warganya.

Baca Juga: Ade Puspitasari Gelar Reses II DPRD Jabar di Jakamulya, Serap Aspirasi Warga RW 13

Selain keberhasilan dalam program jaminan kesehatan, Kota Bekasi juga berhasil meraih penghargaan Kota Sehat dengan predikat Swasti Saba Wiwerda.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan mendukung kualitas hidup masyarakat.

Penghargaan tersebut tidak hanya menilai aspek pelayanan kesehatan semata, tetapi juga berbagai faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Seperti sanitasi lingkungan, pengelolaan kawasan permukiman, hingga partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Satia menilai berbagai penghargaan tersebut mencerminkan kemajuan pembangunan sektor kesehatan yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Ajak ASN Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Selain peningkatan fasilitas kesehatan di tingkat Puskesmas, penguatan layanan juga dilakukan di rumah sakit milik pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah jumlah tenaga medis serta memperluas layanan spesialis di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah tipe D.

“Layanan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit kan sudah bertambah. Jumlah dokter spesialis di empat RS tipe D juga sudah mulai lebih bervariasi,” kata Satia.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Ingatkan ASN Jaga Kedisiplinan

Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tersebut juga didukung oleh berbagai program kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting serta pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis.

Berbagai indikator pembangunan kesehatan yang terus membaik tersebut dinilai menjadi salah satu bukti kemajuan Kota Bekasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.

“Artinya Kota Bekasi semakin menampakkan kemajuannya,” ujar Satia.

Pemerintah Kota Bekasi berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Dengan sistem layanan kesehatan yang semakin kuat, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata dan berkelanjutan.***