BEKASI.POJOKSATU.ID - Penyakit campak kembali menjadi perhatian di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bekasi.

Penyakit ini dikenal sangat mudah menular sehingga masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak kecil, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal yang muncul.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengingatkan bahwa campak dapat menyebar dengan cepat melalui udara, percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, hingga kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Baca Juga: Tol Japek II Selatan Dibuka Gratis Saat Lebaran 2026, Jalur Baru 52 Km Disiapkan untuk Bantu Urai Kepadatan Arus Mudik dan Balik

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengatakan imunisasi menjadi perlindungan paling efektif untuk mencegah penyakit tersebut.

“Imunisasi adalah tameng utama untuk mencegah campak,” ujar Vevie.

Ia menjelaskan, imunisasi campak atau Measles Rubella diberikan kepada anak pada usia tertentu untuk membangun kekebalan tubuh terhadap virus.

Jadwal imunisasi biasanya dilakukan saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan kembali diberikan ketika anak memasuki usia sekolah dasar.

Baca Juga: Stasiun Bekasi Mulai Dipadati Pemudik, 6.389 Orang Berangkat Naik Kereta

Selain memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, orang tua juga diimbau lebih peka terhadap tanda-tanda awal penyakit campak.

Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.

Ruam tersebut biasanya diawali dari bagian belakang telinga atau leher sebelum kemudian menyebar ke wajah dan seluruh tubuh.

Jika anak menunjukkan gejala tersebut, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan medis yang cepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius.

Selain itu, anak yang mengalami gejala campak sebaiknya tidak berinteraksi dengan anak lain untuk sementara waktu guna mencegah penularan.

“Kurangi interaksi dengan anak lain agar rantai penularan dapat diputus,” kata Vevie.

Baca Juga: Perjalanan mudik sering kali memakan waktu panjang, bahkan bisa berlangsung berjam-jam apabila terjadi kemacetan di sejumlah titik jalur mudik. Kondis

Campak bukan penyakit yang bisa dianggap ringan. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi virus ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti gangguan pada saluran pernapasan, infeksi telinga, hingga gangguan pada sistem saraf.

Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak dari penyakit menular tersebut, baik dengan memastikan imunisasi lengkap maupun dengan mengenali gejala sejak dini.

Dengan langkah pencegahan yang tepat serta kesadaran masyarakat yang tinggi, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan anak-anak tetap terjaga.***