BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi pembegalan terjadi di Jalan Mandor Demong yang masuk wilayah Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.
Mahasiswa bernama M. Gilang Ramadhan menjadi korbannya. Waktu itu memang sudah larut malam dan jalan sudah sepi.
Bagaimana kisah M. Gilang Ramadhan saat beberapa orang yang mencurigakan mulai memepetnya. Simak keterangannya berikut ini.
Baca Juga: 3 Pelaku Begal di Jatisampurna Masih di Bawah Umur
M. Gilang Ramadhan, 19 tahun, saat itu sedang mengantar rekannya ke mengantar temannya, Fathan Imam, 22 tahun, pulang ke wilayah Asem, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat, 10 November 2023.
Gilang melalui Jalan Mandor Demong. Saat itu sudah pukul 02.00 WIB dan jalan memang gelap dan sepi.
"Saya dari Jatiasih lewat Jalan Raya Cipendawa, saat itu saya lewat Babakan karena memang rumah teman saya di Asem," ucap dia, Jumat, 17 November 2023.
Fathan sebenarnya sudah memperingati Gilang agar tidak melewati Jalan Mandor Demong karena dikenal rawan.
Gilang merasa aman-aman saja dan tidak akan terjadi apa-apa. Akhirnya, mereka berdua benar-benar melewati jalan tersebut.
Baca Juga: Soal Benda Mirip Pistol yang Dibawa Pelaku Begal, Polsek Bekasi Kota Belum Bisa Pastikan Keasliannya
Ternayata, saat melewati jalan itu 8 orang yang masing-masing berboncengan satu motor mengejarnya.
"Saya ngebut saat itu. Di belokan Mustikasari saya jatuh. Kepala saya terseret di aspal dan kaki teman saya luka," ucap dia.
Sebenarnya Gilang dan temannya ingin melarikan diri, mengingat jumlah pelaku begal lebih dari lima orang. Akan tetapi satu hal yang membuat Gilang justru berbalik mempertahankan motor itu.
"Saya inget itu motor om saya. Di situ saya merasa bertanggung jawab. Saya lawan itu begal, terus teman saya minta tolong ke warga," tutur dia.
Gilang melawan sekelompok pelaku begal yang membekali diri dengan celurit. Sementara itu dia tidak memegang senjata apapun.
Baca Juga: Aksi Begal di Jalan Pemuda, Korban Beli Ketoprak Ditodong Senjata Api
Saat pelaku mengayunkan celurit itu untuk melukai Gilang, dia merebutnya. Keadaan imbang: Gilang mempunyai senjata tajam dan pelakunya pun juga, tapi dia masih kalah jumlah.
"Pelaku yang tertangkap sama saya dia mau menolong temannya, terus dia turun bawa celurit. Duel sama saya, saya alhamdulillah bisa ngambil celurit itu," kata dia.
Warga langsung melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Bantargebang. Saat polisi datang, Gilang langsung dilarikan ke klinik terdekat.
Gilang mengalami luka pada bagian telapak tangan dan lengan kanan.
"Di telapak tangan 6 jahitan, sama di lengan kanan 5 jahitan. Sama muka jatuh kena aspal," demikian kata dia.***




