BEKASI.POJOKSATU.id - Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, menghadiri agenda Deklarasi Damai Calon Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi dalam rangka menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Gedung Wibawamukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, baru-baru ini.

Acara yang diikuti sekitar 400 peserta ini turut dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto Mamonto, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron, serta jajaran Forkopimda dan panitia Pilkades dari 154 desa penyelenggara.

Dalam pengarahannya, Kombes Pol Andi Oddang menyampaikan bahwa Pilkades merupakan pilar demokrasi tingkat desa yang seharusnya diisi dengan adu gagasan dan visi pembangunan, bukan gesekan emosional.

“Pemilihan kepala desa merupakan bagian penting dari demokrasi di tingkat desa. Ini adalah adu visi dan misi dalam membangun desa,” tegas Kombes Andi Oddang dalam keterangan resmi, Kamis, 17 September 2026.

Baca Juga: Truk Tersangkut di Kolong Jembatan Akses Tol Kalimalang, Satlantas Polres Metro Bekasi Terapkan Contraflow

Ia mengingatkan seluruh kontestan untuk bertarung secara sehat tanpa mengusung isu sensitif atau provokatif. Selain itu, kesiapan mental dalam menghadapi segala hasil pemungutan suara menjadi kunci utama dalam memelihara kondusivitas wilayah.

“Para calon harus memiliki mental siap menang dan siap kalah. Jangan sampai ada pihak yang terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga kedamaian di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengajak seluruh pasangan calon dan pendukung untuk merawat tali persaudaraan meski berbeda pilihan politik. Pihaknya mengapresiasi soliditas TNI-Polri dan unsur Forkopimda dalam mengawal kelancaran Pilkades.

Rangkaian acara diakhiri dengan pembacaan serta penandatanganan komitmen Deklarasi Damai oleh seluruh calon kades yang dipimpin Kadis PMD Kabupaten Bekasi, Iman Santoso. Para calon berikrar untuk menolak praktik politik uang, hoaks, serta intimidasi demi terciptanya Pilkades 2026 yang jujur, adil, dan damai.***