BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit yang kerap muncul pascabanjir.

Deteksi dini dan penanganan cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

Terutama di tengah lingkungan yang masih terdampak genangan dan lumpur.

Baca Juga: Banjir Rendam Bekasi, Pemkab Ajak Dunia Usaha Turun Tangan Bantu Puluhan Ribu Warga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis, infeksi bakteri yang dapat menular melalui air dan lumpur banjir.

Penyakit ini sering kali diawali dengan gejala yang tampak ringan, namun bisa berkembang cepat jika tidak segera ditangani.

“Jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri otot, terutama di bagian betis, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Satia.

Baca Juga: Jalan Kalimalang Rusak Diterjang Hujan, Pemkab Bekasi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

Ia menjelaskan, demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba menjadi salah satu tanda awal yang paling sering dilaporkan pada kasus leptospirosis.

Kondisi ini kerap disertai rasa nyeri otot, khususnya di area betis, yang menjadi ciri khas dan sering kali luput dari perhatian masyarakat.

Menurut Satia, banyak warga masih menganggap keluhan tersebut sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas membersihkan sisa banjir.

Baca Juga: Abi Hurairah Purna Tugas, Teladan Kepemimpinan Humanis Damkar Bekasi Dikenang

Padahal, menunda pemeriksaan dapat memperbesar risiko komplikasi, terutama bagi mereka yang memiliki luka kecil di kaki atau kulit yang terpapar langsung air banjir.

“Gejala awal sering dianggap sepele. Padahal penanganan lebih cepat akan sangat membantu proses penyembuhan dan mencegah penyakit berkembang lebih berat,” katanya.

Dinkes Kota Bekasi terus mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh pascabanjir.

Satia menegaskan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit telah disiagakan untuk melayani warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi meski gejala yang dirasakan masih tergolong ringan.

Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan

Pemeriksaan awal memungkinkan tenaga medis melakukan diagnosis lebih cepat dan memberikan terapi yang sesuai.

Satia menambahkan, selain leptospirosis, sejumlah penyakit lain juga berpotensi muncul pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesadaran untuk segera mencari pertolongan medis menjadi kunci utama perlindungan kesehatan masyarakat.

“Kami mengimbau warga agar segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar banjir. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya.

Dengan mengenali gejala dini dan melakukan penanganan cepat, Dinkes Kota Bekasi berharap risiko penyakit pascabanjir dapat ditekan dan masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana.***