BEKASI.POJOKSATU.id -  Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah ditemukannya tiga kasus positif di wilayah Jakarta.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bekasi mulai memperkuat pengawasan melalui jaringan fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas yang berada di wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengatakan pengawasan dilakukan melalui deteksi dini terhadap warga yang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

“Kita tetap memperkuat jejaring di Puskesmas, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi perhatian,” ujar Satia, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga: 17 Calon Jemaah Haji Embarkasi Bekasi Gagal Berangkat, Demensia Jadi Penyebab Utama

Menurutnya, apabila ditemukan gejala mencurigakan, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah untuk memastikan diagnosis penyakit.

“Deteksi dini tetap dilakukan. Jika mengarah ke Hantavirus, pemeriksaan akan lebih intensif melalui tes darah,” katanya.

Meski pengawasan diperketat, Satia memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Bekasi.

“Hantavirus belum terdeteksi di Kota Bekasi,” tegasnya.

Diketahui, gejala Hantavirus umumnya menyerupai flu, seperti demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius selama beberapa hari, sakit kepala, nyeri perut, hingga nyeri punggung.

Baca Juga: Korban Ledakan SPBE Cimuning Tuntut Ganti Rugi dan Pemindahan Tangki Gas

Dinkes Kota Bekasi juga meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus guna mencegah penularan virus tersebut.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular melalui urine, air liur, maupun kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Warga diimbau menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, saluran air, atau area lembap yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Selain itu, masyarakat juga diminta rutin menjaga kebersihan rumah dan tidak membiarkan sampah menumpuk agar tidak mengundang hewan pengerat.***