BEKASI.POJOKSATU.id – Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) atau RSUD Kota Bekasi, Dr. Ellya Niken Prastiwi, membantah pernyataan terkait besar utang RSUD Kota Bekasi yang disebut mencapai Rp70 miliar. Menurutnya, angka tersebut tidak sesuai dengan kondisi riil yang saat ini masih dalam proses evaluasi.

“Elaborasi angka utang yang beredar tidak sebesar itu. Kami masih melakukan evaluasi bersama Inspektorat dan belum bisa menyampaikan nominal pasti karena masih berjalan,” ujar Ellya, Kamis, 15 Januari 2026.

Ellya menegaskan bahwa sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD diperbolehkan melakukan skema tunda bayar pada beberapa pos belanja operasional. Namun demikian, ia belum merinci sektor mana yang paling berkontribusi terhadap kewajiban keuangan rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Perhatian Publik Menguat, Kasus Kekerasan Anak di Lingkungan Sekolah Berlanjut ke Praperadilan

Di sisi lain, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan bahwa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid memang memiliki tanggungan operasional yang nilainya mendekati Rp70 miliar. Ia menilai persoalan tersebut harus dipahami dalam konteks relaksasi dan penataan ulang tata kelola BLUD.

“RSUD memiliki kewajiban operasional yang harus diselesaikan, kurang lebih di angka Rp70 miliar. Ini bagian dari proses penataan manajemen agar layanan tetap berjalan,” kata Tri.

Menurut Tri, kondisi tersebut menuntut langkah efisiensi dan perbaikan manajemen agar operasional rumah sakit dapat berjalan secara proporsional dan berkelanjutan. Ia pun telah menginstruksikan manajemen RSUD untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi keuangan yang ada.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara teknis pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada manajemen RSUD.

Baca Juga: Video dan CCTV Diabaikan, Penyidikan Kasus Anak di Bekasi Digugat Lewat Praperadilan

“Kebijakannya secara umum adalah efisiensi TPP. Untuk teknis pelaksanaannya menjadi kewenangan direktur RSUD,” ujarnya.

Tri menambahkan, persoalan keuangan tersebut telah berlangsung cukup lama dan baru dilakukan pemetaan secara menyeluruh setelah adanya pergantian kepemimpinan di RSUD.

“Kondisi ini kami petakan setelah audit dan serah terima jabatan direktur baru. Ini yang sedang kami perbaiki bersama,” pungkasnya.***