BEKASI.POJOKSATU.ID - Lonjakan jumlah penumpang Transjakarta di titik Komsen Jatiasih, Kota Bekasi, mendorong Dishub setempat menyiapkan pembangunan halte permanen.
Sejak diresmikan pada Mei 2025, pemberhentian rute B41 tersebut hanya berupa bus stop sederhana.
Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat fasilitas yang ada tak lagi memadai.
Baca Juga: Hujan Ekstrem Rendam Permukiman, BPBD Bekasi Lakukan Monitoring Intensif dan Penyedotan Air
Berdasarkan data Dishub, sekitar 2.000 penumpang menggunakan layanan Transjakarta di Komsen Jatiasih setiap hari.
Rute B41 ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, dengan lonjakan penumpang signifikan pada pagi dan sore hari saat jam berangkat dan pulang kerja.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, mengatakan antrean panjang kerap terjadi karena fasilitas halte belum representatif untuk menampung jumlah pengguna yang terus meningkat.
Baca Juga: Tambak Muaragembong Akan Ditata Ulang Secara Modern Lewat Program Revitalisasi
“Ternyata antusias masyarakat tinggi sehingga mengakibatkan antrean yang mengular setiap kali akan naik di halte tersebut,” ujar Soenaryo, Jumat 20 Februari 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan penumpang terpaksa mengantre di depan ruko kosong beratap seng yang tampak kurang terawat.
Area tersebut bahkan terdapat kandang ayam di bagian depannya. Kondisi ini membuat penumpang harus berteduh seadanya dari panas maupun hujan, sembari menunggu bus datang.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Sambut Revitalisasi Tambak Pantura, Targetkan Peningkatan Produksi dan Lapangan Kerja
Menanggapi keluhan masyarakat, Dishub memastikan pembangunan halte permanen menjadi prioritas peningkatan fasilitas transportasi publik di wilayah tersebut.
Soenaryo menegaskan pihaknya memberi perhatian serius terhadap aspirasi warga.
“Tentu atensi dari warga masyarakat itu akan kita perhatikan. Dari sisi anggaran masih dalam perencanaan untuk pembangunan haltenya,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan halte tidak sepenuhnya akan mengandalkan APBD.
Dishub menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan guna mempercepat realisasi pembangunan.
Baca Juga: Jalan Berlubang di Desa Pantai Bahagia Jadi Ancaman Mobilitas dan Keselamatan Warga
“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan pihak swasta yang akan melakukan CSR atau pemberian bantuan untuk dibangunkan halte di tempat tersebut,” tambahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Halte permanen nantinya dirancang agar memiliki fasilitas yang lebih layak, termasuk area tunggu yang terlindungi dan tertata rapi sehingga tidak lagi menimbulkan antrean panjang di badan jalan.
Baca Juga: Polisi Siaga Sejak Subuh, Contraflow Diterapkan Saat Jalan Sultan Agung Bekasi Tergenang
Peningkatan fasilitas ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung transportasi massal yang aman dan nyaman.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap Transjakarta, keberadaan infrastruktur yang memadai dinilai penting agar pelayanan publik berjalan optimal.
Dishub berharap pembangunan halte melalui skema CSR dapat segera direalisasikan sehingga para penumpang rute B41 tidak lagi harus menunggu bus di lokasi yang kurang layak.
Ke depan, peningkatan fasilitas transportasi publik diharapkan mampu mendorong lebih banyak warga beralih ke angkutan umum, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah selatan Kota Bekasi.***




