BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkap penyebab longsor TPST Bantargebang yang terjadi di zona 4 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Peristiwa tersebut dipicu oleh tingginya timbunan sampah yang tidak sebanding dengan daya tampung serta diperparah oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan bahwa pergeseran gunungan sampah terjadi secara mendadak ketika sejumlah armada pengangkut tengah mengantre untuk membuang muatan di zona empat.

“Pergeseran sampah terjadi secara tiba-tiba, saat sejumlah armada sedang mengantri untuk pembuangan sampah pada titik zona empat,” ungkap Yogi Ikhwan, Senin, 5 Januari 2026.

Baca Juga: Wisata Air Kalimalang Ditarget Rampung Pertengahan 2026, Jadi Destinasi Baru Kota Bekasi

Ia menuturkan, kejadian longsor tersebut berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 13.40 WIB. Akibatnya, akses jalan operasional di sekitar Hanggar Pangkalan 2—yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta—sempat terdampak dan tidak dapat dilalui.

Dalam peristiwa itu, tiga unit kendaraan pengangkut sampah terdorong ke saluran Kali Ciketing, masing-masing terdiri dari satu unit truk besar dan dua unit truk compactor.

“Pada saat kejadian, satu orang sopir berada di dalam kendaraan dan dua orang sopir berada di luar kendaraan,” jelas Yogi.

Menindaklanjuti insiden tersebut, petugas keamanan dan tim operasional TPST Bantargebang langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Langkah awal meliputi pemberian pertolongan pertama, pengamanan area kejadian, hingga proses evakuasi armada yang terdampak.

Baca Juga: Evaluasi 2025: Serapan Anggaran Tinggi, Pembangunan Fisik Kota Bekasi Tertinggal

“Penanganan pergeseran sampah dilakukan menggunakan 11 unit alat berat,” kata Yogi.
Proses evakuasi dan pembersihan material longsoran berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih lima jam. Setelah itu, akses jalan operasional kembali dapat digunakan oleh kendaraan pengangkut sampah.

“Akibat longsor tersebut, akses jalan operasional sempat tertutup material sampah sepanjang kurang lebih 20 hingga 25 meter,” pungkas Yogi.***