BEKASI, POJOKSATU.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memperkuat koordinasi dengan komunitas lingkungan dan pakar guna menelusuri akar penyebab kematian massal ribuan ikan sapu-sapu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi.
Selain menerjunkan armada Sea Hamster untuk pembersihan area sungai pascafenomena kematian ikan pada Kamis, 15 Oktober 2026. DLH Kota Bekasi kini secara intensif mengawal uji laboratorium sampel air dan bangkai ikan.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan bahwa upaya penegakan hukum dan penanganan indikasi pencemaran akan diputus berdasarkan data ilmiah (scientific evidence) yang objektif.
“Terkait penyebab kematian ikan, kami masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil pengujian laboratorium agar tindak lanjut yang dilakukan dapat didasarkan pada data dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Kiswatiningsih.
Upaya investigasi dan pembersihan sungai ini mendapat pengawasan serta apresiasi dari Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman. Dalam prosesnya, DLH juga berkonsultasi dengan pegiat spesialis penanganan ikan, Arief Kamarudin.
Pemkot Bekasi mengimbau seluruh masyarakat dan pegiat lingkungan untuk terus memperketat pengawasan swadaya, serta melaporkan segera ke pihak berwenang apabila menemukan pembuangan limbah ilegal atau gejala perubahan kualitas air sungai secara mendadak.




