BEKASI, POJOKSATU.id - Di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi yang serba cepat, waktu seakan berjalan lebih lambat di sebuah sudut tenang kawasan Perumahan Wisama Jaya, Kelurahan Durenjaya, Bekasi Timur. Di sinilah Panti Sosial Tresna Werdha Caritas berdiri tegak sebagai oase kemanusiaan dan rumah perlindungan bagi para lansia (oma dan opa) di masa senjanya.

Keberadaan Panti Sosial Tresna Werdha Caritas berada di bawah naungan Yayasan Bina Bhakti. Yayasan sosial ini bermula dari kepedulian Drs. R. Supardi mendirikan Yayasan Bina Bhakti pada 16 September 1980.

Awalnya, kegiatan pelayanan sosial bergerak di bidang pendidikan anak, keterampilan, serta panti jompo di wilayah Serpong, Tangerang.

“Jika kita berbuat untuk mereka yang kecil dan tidak berdaya, dalam hal apa pun, kita juga melakukannya untuk Kristus,” ungkap Supardi ketika ditanya alasan mendirikan yayasan.

Seiring meningkatnya kebutuhan serta banyaknya lansia terlantar dan sakit yang membutuhkan perawatan khusus melebihi kapasitas di Serpong, Yayasan Bina Bhakti merespons kondisi tersebut dengan membuka cabang panti pelayanan lansia khusus di Bekasi.

Panti Sosial Tresna Werdha Caritas di Bekasi ini resmi dibentuk dan melayani sejak awal tahun 1999. Nama “Caritas” diambil dari bahasa Latin yang bermakna "kasih yang tulus dan tanpa syarat", sebuah frasa yang menjadi landasan filosofi utama dalam setiap pelayanan mereka.

Berbeda dari panti pada umumnya yang mensyaratkan lansia dalam kondisi sehat, Panti Werdha Caritas Bekasi memegang komitmen khusus. Panti ini membuka pintu bagi para lansia yang terbaring lemah, menderita penyakit seperti stroke dan pikun, hingga lansia yang tidak lagi memiliki keluarga.

Seluruh pengurus, suster, dan perawat mendedikasikan waktu mereka untuk menyuapi, memandikan, mendampingi pengobatan, hingga menjadi pendengar setia bagi para lansia. Berlandaskan rasa kemanusiaan sejati, panti ini merawat para opa dan oma dari berbagai latar belakang suku, etnis, dan agama secara setara.