BEKASI, POJOKSATU.id - Kota Bekasi tidak hanya kaya akan situs perjuangan kemerdekaan, tetapi juga memiliki peninggalan sejarah kebudayaan yang sangat bernilai. Salah satu peninggalan tertua yang menjadi saksi perjalanan panjang keberagaman di Tanah Patriot adalah Kelenteng Hok Lay Kiong. Berdiri di kawasan Margahayu, Bekasi Timur, rumah ibadah bersejarah ini telah menjadi pusat spiritual sekaligus simbol toleransi warga Bekasi selama berabad-abad.
Sejarah Berdirinya Kelenteng Hok Lay Kiong
Kelenteng Hok Lay Kiong terletak di kawasan Pasar Lama (kini dikenal sebagai Pasar Proyek), Kota Bekasi. Dahulu kala, kelenteng ini dikenal dengan nama Siaw Tong San. Berdasarkan cerita sejarah yang diturunkan secara turun-temurun, tempat ibadah ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-17 oleh para perantau asal daratan Cina yang berprofesi sebagai pedagang di sekitar wilayah Batavia.
Nama kelenteng ini kemudian diubah menjadi Kelenteng Hok Lay Kiong oleh Suhu Sakya Sakti pada era 1970-an. Secara harfiah dan filosofis, nama "Hok Lay Kiong" mengandung arti istana yang mendatangkan rezeki serta keberuntungan bagi umatnya.
Dalam perjalanan sejarahnya, kelenteng ini sempat terbengkalai dan tidak terurus pada era pertengahan 1960-an. Bangunannya mengalami kebocoran dan peralatan ibadah sangat terbatas. Kehadiran Suhu Sakya Sakti serta dibentuknya pengelola di bawah Yayasan Pancaran Tridharma membantu membangkitkan kembali tempat ibadah bersejarah ini.

Pemugaran dan perluasan fisik dilakukan secara bertahap. Pada tahun 1984 hingga 1987, dibangun tempat bersemayam Buddha Rupang yang dinamakan Dhammasala Buddha Gautama. Lahan kelenteng yang semula sangat sempit hanya selebar 8 meter kini menjadi jauh lebih luas berkat hibah serta pembebasan tanah dari para donatur lokal seperti Liauw Kim Fung, Ratnawati, dan Sim Kim Goan.
Pusat Kegiatan Keagamaan dan Tradisi
Di dalam Kelenteng Hok Lay Kiong terdapat berbagai altar pemujaan. Salah satu dewa utamanya adalah Kong Co Hian Thian Siang Tee, di samping rupang Hok Tek Ceng Sin, Kwan Kong, Kwan Im Po Sat, dan Po Seng Tay Tee.
Hingga saat ini, tempat ibadah tua ini aktif menjadi pusat perayaan keagamaan seperti Imlek, Cap Go Meh, Cioko, hingga peringatan ulang tahun (Se Jit) para dewa. Keberadaan Kelenteng Hok Lay Kiong terus berdiri kokoh sebagai simbol keharmonisan, spiritualitas, dan sejarah panjang masyarakat Bekasi.




