BEKASI.POJOKSATU.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menilai pelayanan Perumda Tirta Patriot belum menunjukkan perbaikan dan masih tergolong buruk. Penilaian itu didasarkan pada banyaknya aduan langsung dari masyarakat, termasuk melalui kanal digital.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adhika Dirgantara, mengungkap bahwa laporan keluhan warga masih terus bermunculan, terutama di media sosial miliknya yang kerap ditandai oleh publik.
“Banyak warga mention saya, mengeluhkan air yang keruh, menyebabkan gatal di kulit, aliran sering tersumbat, dan distribusi yang kerap terhenti. Keluhan serupa masih sangat banyak,” ujar Adhika, Senin, 1 Desember 2025.
Baca Juga: Dirut Perumda Tirta Patriot Sampaikan Permohonan Maaf Usai Tertidur Saat RDP DPRD
Adhika juga mempertanyakan efektivitas kinerja manajemen perusahaan daerah itu di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ali Imam Faryadi, mengingat penyertaan modal yang dikucurkan setiap tahun tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan di lapangan.
Ia mencatat, alokasi penyertaan modal untuk BUMD pada 2025 mencapai Rp72 miliar, dimana Rp50 miliar di antaranya diberikan kepada Tirta Patriot.
Sementara untuk 2026, Pemkot Bekasi merencanakan penyertaan modal Rp27 miliar, dengan Rp10 miliar dialokasikan kembali ke Tirta Patriot.
Baca Juga: Jelang Tutup TA 2025, Pemkot Bekasi Kejar Capaian PAD hingga 90 Persen
Menurutnya, jika tidak ada komitmen yang lebih serius dalam memperbaiki mutu layanan, maka penyuntikan modal untuk tahun 2026 sebaiknya dibatalkan.
“Kalau tidak ada kesungguhan memperbaiki pelayanan, lebih baik penyertaan modal 2026 dibatalkan saja,” tutup dia.***




