BEKASI.POJOKSATU.id - Dugaan money politic yang dilakukan oleh para calon legislatif (Caleg) pada saat kampanye kembali mencuat di wilayah Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.
Salah satu warga mengakui menerima amplop dari Tim Sukses (Timses) salah satu Caleg DPRD Kota Bekasi, dari partai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi bernama Rizki Topananda.
Pemberian uang dengan alasan untuk memilih pada saat pencoblosan Caleg tersebut dilakukan para masa tenang kampanye pada 11 sampai dengan 13 Februari 2024.
Baca Juga: Warga Lansia Ikut Berdesak-desakan dan Antre saat Operasi Pasar Murah, Tak Dibedakan oleh Panitia
Salah satu warga, Medansatria yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku didatangi oleh orang yang tidak dikenal dan kemudian diberikan sebuah amplop dan juga menyuruhnya mencoblos sosok yang ada di dalam amplop tersebut.
Dia menerangkan pemberian amplop tersebut dilakukan pada Selasa 13 Febuari 2024 atau sehari sebelum pemungutan suara.
"Pas saya buka itu amplop yang diberikan oleh orang yang tidak saya kenal itu, terdapat satu buah kartu nama yakni Caleg dan nomor urutnya. Di amplop itu berisi uang senilai Rp 50 ribu," terang dia, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 22 Februari 2024.
Baca Juga: PLN Bekasi Hadirkan Promo Tambah Daya Bagi Pelanggan
Dia juga menyebutkan pemberi amplop juga mengisyaratkan untuk melakukan pencoblosan sesuai dengan yang ada di amplop tersebut.
"Iya dia isyaratkan untuk melakukan pencoblosan apa yang ada di dalam amplop tersebut," ucap dia.
Hal tersebut disayangkan oleh dirinya, caleg yang seharusnya bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, malah memberikan uang untuk terpilih.
Sementara itu, Calon Anggota DPRD Kota Bekasi, Daerah Pemilihan (Dapil) II Bekasi Utara-Medan Satria, Rizki Topananda membantah bahwa dirinya tidak melakukan hal tersebut.
Baca Juga: PT Migas Rutin Setor Deviden 2 Tahun Terakhir
“Saya tidak melakukan hal itu, selama pencalegan saja saya lebih fokus kerja politik diwilayah Kecamatan Bekasi Utara. Itu tidak benar, akan saya telusuri siapa yang melakukan hal tersebut,” demikian kata dia.***




