BEKASI.POJOKSATU.id – Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan keberlanjutan langkah Pemkot Bekasi dalam menjawab tantangan kekurangan guru di berbagai sekolah. Ia memastikan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama kebijakan daerah.
“Pendidikan adalah prioritas kami. Pemenuhan kebutuhan guru harus terus dikejar agar kualitas belajar mengajar tetap terjaga,” ujar Tri.
Sebagai salah satu solusi jangka pendek, pemerintah kota saat ini mengintensifkan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi kependidikan.
Melalui skema magang mahasiswa, sekolah mendapatkan tambahan tenaga pengajar sementara yang dapat membantu proses pembelajaran di kelas.
Baca Juga: Lengkap! Daftar Pemenang Bekasi Innovation Week 2025
“Mereka yang kuliah di jurusan pendidikan bisa magang dan ikut berkontribusi membantu proses belajar di sekolah,” tambah Tri.
Selain pemenuhan tenaga pengajar, aspek kesejahteraan guru turut menjadi perhatian serius Pemkot Bekasi. Hal ini dilakukan agar para pendidik dapat lebih fokus menjalankan perannya tanpa terbebani persoalan lain di luar proses belajar mengajar.
Tri turut mengungkap bahwa pemerintah tengah mempersiapkan opsi kebijakan baru pada tahun 2026, termasuk kajian penambahan guru paruh waktu. Skema ini dirumuskan agar implementasinya tetap selaras dengan kemampuan keuangan daerah dan bisa berjalan secara konsisten.
“Kita hitung dengan cermat. Kalau memungkinkan, kita tambah guru tahun depan dengan skema yang tepat,” jelasnya.
Baca Juga: Bekasi Innovation Week 2025 Tuntas Digelar, Pemkot Bekasi Perkuat Sistem Merit dan Talenta Inovator
Tak hanya itu, orang nomor satu di Bekasi ini juga menekankan urgensi perbaikan penataan internal, terutama dalam distribusi tenaga guru P3K (PPPK) dan penyempurnaan sistem tenaga pendidik paruh waktu. Menurutnya, penataan yang tepat akan membuat dampak kebijakan pendidikan lebih cepat dirasakan masyarakat.
Dengan strategi yang berlapis dan terukur ini, Pemkot Bekasi optimistis pemenuhan kebutuhan guru dapat dilakukan secara bertahap, efektif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperkuat kualitas pendidikan di kota penyangga ibu kota tersebut.***




