BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas teknis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik Lebaran 2026.
Sejumlah langkah strategis seperti penerapan sistem one way, contra flow, hingga pengaturan ulang durasi lampu lalu lintas di jalur arteri telah dipetakan secara matang.
Skema ini dirancang fleksibel dan akan diberlakukan menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
Jalur-jalur utama yang menjadi penghubung Jakarta dan wilayah timur diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan, terutama pada puncak arus balik.
Baca Juga: Titik Rawan Macet Jadi Perhatian Serius, Dishub Bekasi Siaga Penuh Kawal Arus Balik Lebaran 2026
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa seluruh strategi tersebut bersifat situasional.
Pemerintah kota telah menyusun tahapan penanganan, mulai dari skenario awal hingga langkah lanjutan jika kepadatan kendaraan meningkat drastis.
“Saya rasa untuk di Kota Bekasi sendiri, kita sudah siapkan beberapa ruas jalan untuk implementasi rekayasa lalu lintas. Tentu sifatnya situasional melihat kondisi riil yang ada di lapangan,” ujar Tri, Minggu 22 Maret 2026.
Penerapan sistem one way akan dilakukan pada ruas tertentu guna mempercepat laju kendaraan dari arah yang lebih padat.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Ajak Warga Jadikan Idulfitri Momentum Bangun Daerah Lebih Maju dan Sejahtera
Sementara itu, contra flow disiapkan sebagai opsi tambahan untuk menambah kapasitas jalur apabila terjadi antrean panjang.
Tak hanya itu, pengaturan ulang durasi lampu lalu lintas menjadi kunci dalam strategi teknis ini.
Pemerintah akan menyesuaikan ritme waktu lampu hijau dan merah agar arus kendaraan di persimpangan besar tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan berlebihan.
“Termasuk opsional penutupan jalan dan penebalan personel Dishub di lapangan. Kami juga akan mengatur ritme waktu pendek dan panjang di traffic light agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang parah,” tegasnya.
Langkah teknis tersebut juga didukung dengan penempatan personel Dinas Perhubungan di sejumlah titik strategis.
Petugas akan melakukan pemantauan langsung dan mengambil keputusan cepat apabila kondisi lalu lintas berubah secara dinamis.
Pemkot Bekasi berharap penerapan rekayasa lalu lintas ini dapat mengurangi potensi kemacetan panjang yang kerap terjadi saat arus balik Lebaran.
Baca Juga: One Way Lokal Diberlakukan di Tol Semarang–Kalikangkung, Antisipasi Arus Balik Lebaran
Dengan skema berlapis dan respons cepat di lapangan, mobilitas masyarakat diharapkan tetap lancar, aman, dan nyaman.
Masyarakat yang melintasi wilayah Bekasi diimbau untuk mematuhi arahan petugas dan memperhatikan informasi terbaru terkait perubahan arus lalu lintas.
Dengan kerja sama semua pihak, arus balik Lebaran 2026 di Kota Bekasi diharapkan dapat terkendali tanpa gangguan berarti.***




