BEKASI.POJOKSATU.id - Insiden warga mengamuk di kantor Disdukcapil berbuntut panjang. Kini kasus tersebut ditangani Polres Metro Bekasi Kota.

Tak hanya peralatan milik Disdukcapil Kota Bekasi mengalami kerusakan, tetapi pegawai dinas itu juga diserang.

Sebenarnya, bagaimana kronologi warga mengamuk di kantor Disdukcapil itu terjadi? Berikut penjelasannya.

Berdasarkan keterangan yang bekasi.pojoksatu.id dapatkan, insiden itu terjadi pada Jumat, 10 November 2023, pukul 22.00 WIB. Kenapa pada malam hari ada pelayanan kependudukan? Ya, karena pada malam itu sedang kegiatan Pelayanan Adminduk Terintegrasi On the Spot Malam hari dengan Tatap Muka yang disingkat Patriot Mantap.

Patriot Mantap digelar setiap hari Jumat, mulai pukul 19.00 sampai dengan 22.00 WIB. Itu untuk melayani warga yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan.

Baca Juga: Pungutan Kegiatan Perpisahan di SMPN 25 Bekasi Dinilai Terlalu Besar, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Sebut Komite Bertanggung Jawab

Wanita itu berasal dari Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Kedatangannya untuk penggantian foto KTP elektronik. Dia mendapat nomor antrean terakhir.

"Setelah petugas memfasilitasi, ternyata data warga itu mengalami kendala di sestem dan harus divalidasi sehingga petugas kami menjelaskan agar kembali hari Senin untuk langsung difoto tanpa mengantre," tutur Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Taufiq Rahmat Hidayat, Rabu, 15 November 2023.

Akan tetapi, warga itu bersikuku ingin dilayani dan selesai malam itu juga. Dia memarahi petugas dengan suara keras.

Baca Juga: Warga Tanya Soal Perkembangan Laporan, Penyidik Polsek Jatiasih Marah dan Ngusir

Tak hanya itu, warga itu mengamuk dan merusak peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik milik Disdukcapil Kota Bekasi.

"Yang rusak kamera dan printer untuk cetak KTP elektronik. Rusak bagian atasnya," kata dia.

Melihat tingkah wanita itu, salah seorang petugas Disdukcapil Kota Bekasi berceletuk "orang stres". Dia menghampiri petugas itu dan menarik hijabnya serta menendang.

Baca Juga: Sengketa Lahan, Rumah Semi Permanen Warga Jatiasih Dirusak Puluhan Orang Tidak Dikenal

Petugas pun menghubungi Polsek Bekasi Timur untuk melaporkan insiden tersebut.

"Besok harinya, tanggal 11 November, seluruh petugas Patriot Mantap yang terlibat diminta berita acara klarifikasi oleh penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)," kata dia.

Kasus ini pun diserahkan kepada Polres Metro Bekasi Kota untuk proses lebih lanjut.***