POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, terganggu dengan aktivitas bongkar sampah di jalan umum di sekitar area Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng.
Apalagi, belakangan ini longsor kerap terjadi di TPAS yang mengakibatkan antrean truk berkepanjangan.
"Saya berharap nih, jalan pengganti warga yang terpakai TPAS. Akses jalan utama itu yang dipakai TPAS menganggu aktivitas masyarakat bertransportasi," kata Nemin.
"Terutama bagi anak-anak kita yang sedang mencari ilmu di sekolah, akhirnya terhambat masalah antrian kendaraan, sehingga sulit dilalui. Apalagi dengan air lindi yang begitu banyak, kotor dan bau," sambung dia.
BACA JUGA: Masih Berproses, Dana Kompensasi Bau untuk Warga Tamanrahayu Turun Februari
Sehingga, kata Nemin, harus ada jalan pengganti jalan umum untuk akses warga. Jalan yang melalui itu dikhususkan untuk aktivitas TPAS Burangkeng.
"Jalan yang ada hari ini, itu khusus TPAS, jalan untuk warga pengganti harus dialihkan. Biar mobil pengangkut sampah dengan warga yang ada di situ, tidak terganggu," tutur dia.
Pemerintah Desa Burangkeng, kata Nemin, sudah mengusulkan wacana itu ke Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sejak tahun 2020 namun tak pernah terealisasi.
"Saya sudah usulkan di Musrenbang sejak tahun 2020. Ttu kita sudah usulkan. Tapi hingga saat ini tidak direspons. Memang yang terpenting itu penggantian jalan akses warga," demikian kata dia. (Andi Saddam)




