BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi membidik wisatawan dari Jakarta dan wilayah Kabupaten Bekasi sebagai target utama pengunjung Wisata Air Kalimalang.

Proyek wisata air yang tengah disiapkan ini diharapkan menjadi destinasi unggulan baru yang mampu menarik arus kunjungan dari wilayah hinterland, bukan hanya warga Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, selama ini kawasan Kalimalang belum memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

Baca Juga: Proyek Rp123 Miliar, Wisata Air Kalimalang Ditargetkan Hidupkan Ekonomi Warga

Padahal, lokasinya berada di jalur strategis dan memiliki potensi besar jika dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata.

“Hari ini Kalimalang tidak ada kegiatan ekonomi, nanti mungkin akan mulai tumbuh,” kata Tri di Plaza Pemkot Bekasi, Jumat 2 Januari 2026.

Menurut Tri, Wisata Air Kalimalang merupakan bagian dari strategi Pemkot Bekasi untuk meningkatkan nilai kota sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Baca Juga: UMSK Jabar 2026 Ditetapkan, Kota Bekasi Kokoh di Posisi Teratas

Inisiatif ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong setiap daerah memiliki destinasi khas sebagai pengungkit perekonomian.

“Inisiasi ini dimulai dari Pak Gubernur, bahwa setiap daerah harus memiliki satu destinasi yang mampu meningkatkan nilai kota,” ujarnya.

Pemkot Bekasi optimistis pasar utama Wisata Air Kalimalang justru berasal dari luar wilayah administrasi kota.

Baca Juga: Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Angka Kecelakaan Menurun Hingga Enam Persen

Dengan letak Bekasi yang berbatasan langsung dengan Jakarta dan Kabupaten Bekasi, potensi pergerakan wisatawan dinilai sangat besar.

“Harapannya bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga dari Kabupaten, Jakarta, dan luar kota, karena aksesibilitas ke Bekasi sangat mudah,” ujar Tri.

Ia menambahkan, dukungan infrastruktur transportasi menjadi kekuatan utama Bekasi dalam menarik pengunjung.

Kota ini telah dilayani berbagai moda transportasi massal seperti LRT Jabodebek, Transjabodetabek, hingga jaringan KRL dan kereta jarak jauh.

Kondisi tersebut dinilai akan memudahkan wisatawan datang tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Baca Juga: Patroli Pertama 2026, Tim Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota Sasar Titik Rawan Kejahatan

“Ini bisa menjadi destinasi yang murah, meriah, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” kata Tri.

Wisata Air Kalimalang juga diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga sekitar.

Kehadiran pengunjung dari Jakarta dan daerah penyangga diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga komunitas kreatif lokal.

Baca Juga: Hari Pertama 2026, Petugas Damkar Tangani Evakuasi Cincin hingga Mobil Terperosok

Adapun proyek Wisata Air Kalimalang memiliki total anggaran Rp123 miliar yang bersumber dari dana CSR perusahaan, APBD Kota Bekasi, dan APBD Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, sebagian pekerjaan fisik sudah mulai berjalan melalui pendanaan CSR, sementara tahapan lain masih dalam proses administrasi dan koordinasi.

Pemkot Bekasi berharap, dengan konsep yang matang dan dukungan akses transportasi yang kuat.

Wisata Air Kalimalang mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan regional sekaligus memperkuat posisi Bekasi sebagai kota tujuan, bukan sekadar daerah lintasan.***