BEKASI.POJOKSATU.id - PT Kereta Api Indonesia melakukan kampanye untuk mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual di stasiun dan juga di atas kereta api.
Tindak kekerasan dan pelecehan tersebut paling sering dirasakan kaum hawa.
Kampanye tersebut berlangsung di Stasiun Bekasi, Minggu, 10 Desember 2023. KAI menggandeng Java Trail, komunitas pecinta kereta.
Kampanye itu didasari oleh banyak laporan terkait pelecehan seksual yang diterima terutama berasal dari penumpang wanita.
Baca Juga: Laporan Kasus Dugaan Pelecehan di Polres Metro Bekasi Kota Mandek, Padahal Korban Lapor Sejak 2021
Kampanye berlangsung di selasar Stasiun Bekasi dan juga di peron. Kampanye juga berlangsung di dalam kereta api yang berhenti di Stasiun Bekasi.
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendri Wintoko menerangkan aksi kampanye yang dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jasa layanan kereta api.
"Kami meminta kepada penumpang jika melihat ataupun menjadi korban pelecehan seksual, harus berani melaporkan kepada petugas," ungkap Ixfan kepada bekasi.pojoksatu.id.
Apabila seseorang terbukti melakukan pelecehan seksual, maka pelaku akan mendapatkan sangsi sesuai dengan undang-undang nomer 12 tahun 2022, tentang pidana kekerasan seksual.
Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual Alami Trauma, Absen Sekolah Hingga 2 Pekan
"Kami akan memblacklist pelaku tindak kekerasan seksual, jika benar-benar telah terbukti pelecehan seksual," tegas dia.
PT KAI Daop 1 Jakarta, kata Ixfan, terus melakukan sosialisasi terkait tindak kekerasan dan juga pelecehan seksual.
"Kami terus melakukan sosialisasi baik di stasiun, ataupun di atas kereta api. Saya berharap bahwa penumpang mau melaporkan tindak kekerasan seksual di kereta api," demikian kata dia.***.




