BEKASI.POJOKSATU.ID - Kebakaran hebat yang melanda SPBE di Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, menjadi salah satu insiden besar yang menyita perhatian.

Kobaran api yang cepat membesar disertai ledakan membuat proses pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan penanganan ekstra dari petugas.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu 1 April 2026 malam itu bahkan membuat langit Bekasi memerah akibat api yang membumbung tinggi.

Kepulan asap tebal terlihat dari kejauhan, sementara suara ledakan yang terjadi berulang kali memicu kepanikan warga sekitar.

Baca Juga: Tak Ada Korban Jiwa, Pemkot Bekasi Pastikan Seluruh Korban Kebakaran Ditangani Gratis

Besarnya skala kebakaran membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi harus mengerahkan banyak armada dan personel untuk mengendalikan situasi.

Proses pemadaman berlangsung hingga Kamis dini hari karena api sulit dijinakkan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan bahwa jumlah armada yang diterjunkan cukup banyak mengingat besarnya api yang berkobar di lokasi.

“Ada sekitar 10 Damkar lebih karena tadi juga cukup besar,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasokan LPG Bekasi Dialihkan ke 3 SPBE Usai Kebakaran Indogas

Kobaran api yang berasal dari fasilitas pengisian gas tersebut dengan cepat menjalar ke area sekitar, termasuk permukiman warga dan kios usaha.

Kondisi ini membuat penanganan menjadi semakin kompleks karena petugas tidak hanya fokus memadamkan sumber api utama, tetapi juga mencegah penyebaran ke titik lain.

Ledakan yang terjadi beberapa kali juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Risiko tinggi dari bahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengungkapkan bahwa dampak dari insiden besar ini tidak hanya terlihat dari skala kebakaran, tetapi juga jumlah korban yang terdampak.

“Korban kurang lebih hampir 15 orang, baik itu di kejadian di rumahnya sendiri yang terbakar atau ada yang juga di jalanan, sedang lewat di sini di jalan kemudian dia jadi korban,” ujarnya.

Meski api kini telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Insiden ini menjadi gambaran nyata betapa besarnya risiko kebakaran di fasilitas berbahaya seperti SPBE, terutama di wilayah padat seperti Bekasi.***