BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan kesiapan layanan kesehatan komprehensif bagi korban kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem rujukan ke berbagai rumah sakit bagi korban yang membutuhkan penanganan lanjutan, baik untuk cedera fisik maupun trauma psikologis.
“Kita support, kalau mereka butuh rujukan, semisal luka-lukanya atau traumanya itu butuh penanganan lebih lanjut, kita bisa kasih ke rumah sakit,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada penanganan awal di lokasi kejadian, tetapi juga memastikan keberlanjutan perawatan hingga korban benar-benar pulih.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bekasi Dorong Pengurus Baru HMI Berkontribusi Nyata untuk Masyarakat
“Yang penting adalah kesinambungan perawatannya. Kalau di lokasi sudah tertangani, tapi ternyata butuh penanganan lebih lanjut, kita pastikan aksesnya tersedia,” jelasnya.
Menurutnya, rujukan akan diarahkan ke rumah sakit vertikal milik pemerintah yang memiliki fasilitas lengkap untuk menangani kasus kompleks, seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).
“Rumah sakit vertikal seperti RSCM dan RS PON itu kita siapkan, karena mereka punya kemampuan untuk menangani kasus yang lebih kompleks,” ungkapnya.
Selain aspek fisik, Kemenkes juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi mental para korban. Layanan kesehatan jiwa turut disiapkan untuk membantu korban yang mengalami trauma.
“Bukan hanya luka fisik, tapi juga trauma. Itu juga harus kita tangani. Kita siapkan juga akses ke layanan kesehatan mental,” katanya.
Ia menambahkan, korban dengan tekanan psikologis berat dapat dirujuk ke rumah sakit jiwa di wilayah Jakarta yang memiliki fasilitas memadai.
Baca Juga: Kondisi Memburuk, Dua Korban Kecelakaan Kembali Dirawat di RSUD Kota Bekasi
“Kalau memang ada yang mengalami trauma cukup berat, bisa kita arahkan ke rumah sakit jiwa. Di Jakarta fasilitasnya cukup lengkap untuk itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang terjadi dan berharap seluruh korban segera pulih.
“Kami turut berduka atas kejadian ini. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pemulihan para korban,” tuturnya.
Kemenkes, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan rumah sakit guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama masa pemulihan.
“Kita koordinasi terus dengan semua pihak, supaya korban mendapatkan layanan terbaik selama masa pemulihan,” tegasnya.
Pemerintah juga mengimbau keluarga korban untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan.
“Silakan dimanfaatkan fasilitas yang ada. Semua kita siapkan agar korban bisa pulih, baik secara fisik maupun mental,” pungkasnya.***




