BEKASI.POJOKSATU.ID - Rencana kenaikan harga BBM non subsidi tidak hanya memicu antrean di SPBU, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat, khususnya pekerja harian.
Dedi (29 tahun), seorang pengemudi ojek online di Bekasi Selatan, menilai kenaikan BBM akan langsung berdampak pada penghasilannya yang tidak menentu.
“Kalau BBM naik, yang paling terasa ya kami-kami yang kerja di jalan. Pendapatan belum tentu naik, tapi bensin sudah pasti naik. Mau enggak mau harus antre sekarang,” ujar dia.
Baca Juga: Antrean Panjang di SPBU Bekasi, Warga Lakukan Panic Buying Jelang Kenaikan BBM
Ia menambahkan, kondisi ekonomi saat ini sudah cukup berat dengan berbagai kebutuhan yang terus meningkat.
“Sekarang kebutuhan sekolah anak, listrik, makan, semua naik. Jadi pas dengar BBM naik, ya jelas kami panik. Ini bukan soal ikut-ikutan, tapi memang kondisi ekonomi lagi susah,” tegasnya.
Warga juga mengkhawatirkan dampak lanjutan dari kenaikan BBM yang bisa memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok akibat meningkatnya biaya distribusi.
“Yang kami takutkan itu efek domino. Bukan cuma di bensin, tapi nanti ongkos angkut naik, harga barang naik, semua ikut naik,” jelasnya.
Baca Juga: Warga Kota Bekasi Siapkan Alternatif Transportasi, Antisipasi Kenaikan Harga BBM
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi kelompok rentan dari dampak kebijakan tersebut.***




