BEKASI.POJOKSATU.id - Puluhan warga Kota Bekasi diduga menjadi korban penipuan berkedok penjualan sembako murah. Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Kasus tersebut bermula dari penawaran minyak goreng, beras, dan gula pasir dengan harga jauh di bawah pasaran. Selisih harga yang menggiurkan membuat banyak warga, terutama pedagang dan sub agen, tertarik melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Kuasa hukum korban, Wesly Sitohang, mengatakan pihaknya saat ini mendampingi sejumlah warga yang telah melaporkan seorang perempuan berinisial NJ (29 tahun) atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

"Harga sembako yang ditawarkan memiliki selisih sekitar Rp40 ribu per item dibandingkan harga pasar, sehingga banyak korban tertarik membeli dalam jumlah besar," ujar Wesly, Rabu, 19 Agustus 2026.

Baca Juga: 40 Warga Kota Bekasi Diduga Jadi Korban Penipuan Sembako Murah Sistem PO, Rugi Setelah Barang Tak Kunjung Datang

Menurutnya, hingga kini baru tiga korban yang resmi membuat laporan polisi, yakni Retno, Neneng Rohmania, dan Sriwatia. Namun, jumlah warga yang mengaku menjadi korban diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 orang.

"Korban yang mengaku mengalami kerugian ada lebih dari 10 orang. Yang baru melapor ada tiga orang dengan total kerugian sekitar Rp1,5 miliar," katanya.

Besaran kerugian masing-masing korban bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun kuasa hukum, rata-rata korban mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Salah satu korban bernama Tia disebut mengalami kerugian terbesar, yakni lebih dari Rp200 juta. Korban lainnya mengalami kerugian sekitar Rp120 juta, Rp70 juta, hingga Rp47 juta.

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-81 di Sasak Kapuk, Pemkot Bekasi Berencana Bangun Monumen Perjuangan KH Noer Ali

Para korban berharap kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan kepastian hukum atas dugaan penipuan yang mereka alami.

Saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penanganan Polres Metro Bekasi Kota.***