BEKASI.POJOKSATU.ID - Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa faktor kesehatan masih menjadi persoalan utama bagi calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada musim haji tahun 2026.
Ketua FK KBIHU Kota Bekasi, Zaidun Djaelani, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji asal Kota Bekasi telah berlangsung, namun belum sepenuhnya optimal. Hingga saat ini, baru sekitar 40 persen jamaah yang menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan masih banyak jamaah yang kondisi kesehatannya perlu ditingkatkan agar memenuhi syarat keberangkatan,” ujar Zaidun, Rabu, 17 Desember 2025.
Berdasarkan hasil Medical Check Up (MCU), sebagian calon jamaah diketahui memiliki gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung dan sejumlah penyakit lain yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Oleh karena itu, para jamaah diwajibkan memperbaiki kondisi kesehatannya agar dinyatakan istithaah, atau layak secara medis untuk menunaikan ibadah haji.
Zaidun menegaskan bahwa kondisi kesehatan calon jamaah pada umumnya masih dapat ditangani. Ia menjelaskan bahwa masa pelunasan biaya haji yang berakhir pada tanggal 23 masih dapat diperpanjang bagi jamaah yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan berpeluang pulih oleh dokter, sehingga pelunasan dapat dilakukan pada tahap berikutnya.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Melonjak Jelang Nataru, Wali Kota Bekasi Minta Masyarakat Tak Harus Dibebani
Saat ini, tercatat sebanyak 2.346 calon jamaah telah dinyatakan istithaah, 65 jamaah masih dalam proses evaluasi medis, dan 624 calon jamaah tengah menjalani pengobatan. Sementara itu, terdapat delapan calon jamaah yang dipastikan tidak dapat diberangkatkan pada 2026 dan akan dilakukan pelimpahan porsi keberangkatan.
Zaidun menyebutkan, meningkatnya kuota haji Kota Bekasi pada 2026 yang hampir dua kali lipat turut membawa tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan kesiapan jamaah dari aspek kesehatan dan sistem pendukung.
“Tantangannya ada pada mitigasi jamaah dan kesiapan sistem, baik integrasi Siskohatkes dengan Siskohat. Namun insyaallah semua bisa teratasi,” jelasnya.
Selain faktor kesehatan, kendala ekonomi juga menjadi perhatian, terutama bagi jamaah yang terdampak percepatan jadwal keberangkatan. Namun, Zaidun menyebutkan adanya solusi melalui koperasi syariah yang menyediakan fasilitas dana talangan bagi jamaah yang membutuhkan, dengan tetap melalui proses survei dan verifikasi.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Kapasitas Aparatur Perhubungan Demi Transportasi Aman dan Berkelanjutan
“Alhamdulillah, koperasi syariah sudah turun langsung ke masing-masing KBIHU untuk memberikan solusi pembiayaan, sehingga jamaah tetap bisa mempersiapkan keberangkatan dengan baik,” pungkasnya.




