BEKASI.POJOKSATU.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita kembali bertambah. Hingga Kamis, 16 April 2026, total korban jiwa tercatat mencapai lima orang.

Korban terbaru diketahui bernama Kosasih (65 tahun), yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menyampaikan bahwa korban sempat dirawat sejak kejadian berlangsung.

“Korban meninggal bertambah, atas nama Kosasih 65 tahun, korban sempat menjalani perawatan intensif,” ujarnya.

Baca Juga: KPAD Kota Bekasi Telusuri Kasus Bullying di SMAN 2 Bekasi, Utamakan Pemulihan Anak

Kosasih dirawat di RSUD Cibitung sejak kebakaran terjadi pada 1 April 2026. Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 00.30 WIB dengan luka bakar sekitar 63 persen.

Tragedi ini semakin memilukan karena Kosasih merupakan ayah dari dua korban lain, yakni Aulia Putri Budiasti dan Sapta Prihantono, yang lebih dulu meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Dua korban lainnya adalah Suyadi dan Djaimun, yang merupakan petugas keamanan di lokasi kejadian. Keduanya mengalami luka bakar berat hingga lebih dari 90 persen.

Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Insiden tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga berdampak luas bagi warga sekitar.

Baca Juga: Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Kekerasan Siswi SMAN 2 Kota Bekasi, Buka Opsi Diversi

Berdasarkan pendataan terbaru, sebanyak 41 kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Selain itu, sejumlah bangunan turut mengalami kerusakan, termasuk area SPBE seluas sekitar 2.000 meter persegi, dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, satu mushala dengan kerusakan ringan, serta satu warung kopi.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lanjutan serta pendataan terhadap dampak kerugian, baik secara materiil maupun non-materiil akibat kebakaran tersebut.