BEKASI.POJOKSATU.id -  Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang mengurangi jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) SMP negeri menjadi salah satu alasan lahirnya Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) pada SPMB 2026.

Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, mengatakan kapasitas siswa per kelas di SMP negeri kini diturunkan dari 44 menjadi 40 orang sebagai upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya daya tampung sekolah negeri dan menyebabkan sekitar 4.000 siswa harus dialihkan ke sekolah swasta.

“Nah, selisih empat siswa itu, sejumlah 4.000 siswa, didistribusikan ke sekolah swasta dengan rintisan sekolah swasta gratis,” kata Ayung, Jumat, 19 Juni 2026.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Siapkan Sekolah Swasta Gratis untuk Tampung Siswa yang Gagal Masuk SMP Negeri

Menurutnya, pengurangan jumlah peserta didik dalam satu kelas akan membuat proses pembelajaran lebih efektif dan membantu mengatasi persoalan kepadatan siswa yang selama ini terjadi di sejumlah SMP negeri.

“Artinya ini membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menurunkan jumlah kapasitas siswa di sekolah negeri,” ujarnya.

Program RSSG melibatkan 61 sekolah swasta yang telah menandatangani kerja sama dengan Pemkot Bekasi. Setiap sekolah diberikan kuota maksimal 70 siswa dalam program tersebut.

Ayung menilai kerja sama ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas yang selama ini membebani sekolah negeri.

Baca Juga: 900 Lansia Kota Bekasi Ikuti Lomba Kreasi, Bukti Usia Bukan Batas Berkarya

“MoU yang dilaksanakan ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi jumlah siswa di sekolah negeri yang selama ini over capacity,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa program RSSG bukan untuk menyamakan jumlah siswa antara sekolah negeri dan swasta, melainkan untuk memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak.***