BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi memastikan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pertengahan tahun 2026 masih menunjukkan tren positif meski sempat terjadi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, M. Solikhin, mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah tidak memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan pajak daerah yang menjadi salah satu sumber utama PAD.
Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi dalam kurun waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan bersifat sementara dan tidak memengaruhi kinerja pendapatan daerah secara keseluruhan.
Baca Juga: BPBD Kota Bekasi Perkuat Edukasi Mitigasi Gempa Lewat Program Flash dan Sekolah Lapang
“Dampaknya tidak signifikan terhadap pendapatan daerah. Saat ini nilai tukar rupiah juga mulai kembali menguat,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Berdasarkan data Bapenda Kota Bekasi, realisasi PAD hingga pertengahan Juni 2026 telah mencapai 40,37 persen atau sekitar Rp1,616 triliun. Beberapa sektor pajak daerah bahkan mencatatkan realisasi lebih dari 50 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.
Solikhin menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja pendapatan daerah masih berada pada jalur yang sesuai dengan target pemerintah daerah.
Baca Juga: Polsek Bekasi Barat Intensifkan Patroli dan Razia untuk Cegah Tawuran Remaja
Meski demikian, masih terdapat beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian, salah satunya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang realisasinya baru mencapai 23,19 persen.
Menurutnya, capaian BPHTB sangat dipengaruhi oleh aktivitas transaksi properti dan kondisi ekonomi masyarakat yang berdampak pada tingkat jual beli tanah maupun bangunan.
Untuk meningkatkan pendapatan pada semester kedua tahun ini, Bapenda Kota Bekasi akan melakukan evaluasi serta langkah-langkah optimalisasi pada sektor yang masih menunjukkan capaian rendah.
Pemkot Bekasi tetap optimistis target PAD Tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana. Bahkan, pemerintah daerah menilai peluang pencapaian target di atas 90 persen masih terbuka jika tren penerimaan positif terus berlanjut hingga akhir tahun.
“Kami akan terus memaksimalkan seluruh potensi pendapatan daerah agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” kata Solikhin.***




