BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi kekurangan tenaga pengajar di SMP Negeri.
Saat ini Pemkot Bekasi membutuhkan 700 tenaga pengajar untuk mengisi di wilayah Kota Bekasi.
Penjabat (PJ) Wali kota Bekasi, Gani Muhamad, tidak bisa berbuat banyak lantaran belum ada arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Bakal Calon Wali Kota Bekasi Wajib Hindari Isu SARA
"Kami jujur bahwa tenaga pengajar di tingkat SMPN sangat kurang," ungkap Gani pada Jumat, 9 Agustus 2024.
Hal itu mempengaruhi pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) dari yang semestinya dapat diisi maksimal hingga40 siswa.
"Juga membuat beban mengajar para guru meningkat, yang normalnya mengajar 24 jam seminggu, kini bisa mencapai 34 jam per minggu," jelas dia.
Gani menyebut tidak dapat memaksakan jumlah maksimal siswa dalam satu rombel dia ingin kegiatan belajar mengajar berlangsung secara optimal.
Baca Juga: Kelompok Remaja Serang Warga Mustikasari Usai Ketahuan Hendak Mencuri
Dia Berharap ada arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk menambah kekurangan guru di wilayah Kota Bekasi.***




