BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan empat langkah strategis sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di Kota Bekasi yang hingga kini masih terjadi di sejumlah titik.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan bahwa banjir di Bekasi tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan. Faktor geografis juga turut berperan, mengingat rata-rata ketinggian wilayah Kota Bekasi hanya sekitar 13 meter di atas permukaan laut.
Kondisi tersebut membuat Kota Bekasi rentan terhadap genangan dan luapan air, terutama saat intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Bikin Tandon di Berbagai Titik, Wali Kota Bekasi Akui Belum Optimal
Sebagai langkah pertama penanganan banjir di Kota Bekasi, Pemkot Bekasi akan memanfaatkan rekayasa cuaca yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menekan curah hujan di kawasan Jabodetabek.
“Permasalahan utama banjir memang curah hujan yang tinggi. Kita bersyukur Gubernur telah melakukan rekayasa cuaca,” ujar Tri, Rabu, 28 Januari 2026.
Langkah kedua difokuskan pada antisipasi banjir rob akibat pasang air laut. Dalam hal ini, Tri menyinggung rencana pembangunan Giant Sea Wall yang digagas oleh Pemerintah DKI Jakarta bersama pemerintah pusat.
Selanjutnya, langkah ketiga dilakukan melalui normalisasi saluran air secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas daya tampung drainase. Menurut Tri, kemampuan tampung saluran air di Bekasi saat ini hanya mampu menahan air selama dua hingga tiga jam sebelum terjadi luapan.
“Normalisasi terus kita lakukan, karena kapasitas tampung saluran sangat terbatas. Setelah dua sampai tiga jam hujan deras, hampir pasti air meluap,” jelasnya.
Langkah keempat dalam penanganan banjir di Kota Bekasi dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas wilayah, khususnya dengan pemerintah kabupaten di daerah perbatasan. Upaya ini mencakup penanganan titik rawan banjir, seperti di wilayah Bekasi Timur yang masih mengalami penyempitan sungai dan hambatan aliran air.
Selain empat langkah tersebut, Pemkot Bekasi juga mengoptimalkan lahan kosong milik institusi untuk dijadikan tandon air sementara. Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah pembelian lahan khusus untuk tampungan air pada tahun 2027.
“Fokus kami adalah menambah jumlah tampungan air serta memaksimalkan infrastruktur yang ada agar Kota Bekasi semakin aman dari ancaman banjir,” pungkas Tri.***




