BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program pembinaan dan dukungan fasilitas usaha.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bekasi, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dengan memberikan pelatihan manajemen usaha serta dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.

Kepala Diskop UKM Kota Bekasi, Herbert Panjaitan, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Kota Bekasi Siapkan Lahan, Pemerintah Pusat Bangun Gedung: Kolaborasi Wujudkan Program Sekolah Rakyat

“Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bekasi dalam menyambut HUT Kota Bekasi mencoba mengoptimalkan fungsi ekonomi kerakyatan oleh lembaga koperasi dan pelaku usaha UMKM di Kota Bekasi,” ujar Herbert, Senin 9 Maret 2026.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada bantuan permodalan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih profesional.

Pelatihan manajemen usaha dinilai penting agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan lebih mandiri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan berupa fasilitasi sarana dan prasarana bagi pelaku usaha agar kegiatan usaha dapat berjalan lebih efektif dan produktif.

Baca Juga: Gudang Semen di Bantargebang Dikeluhkan Warga, Begini Tindakan Dinas LH Kota Bekasi

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk serta daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif.

“Melakukan pembinaan manajemen dan bantuan fasilitasi sarana-prasarana bagi pelaku UMKM, serta penataan pengembangan usaha informal atau lebih familiar dikenal dengan PKL,” katanya.

Herbert menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah karena sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat berada di sektor tersebut.

Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Selain pembinaan manajemen dan dukungan fasilitas, pemerintah juga terus mendorong terbentuknya berbagai sentra usaha yang dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Sentra-sentra ini diharapkan dapat menampung aktivitas pelaku UMKM sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal.

Namun demikian, pengembangan UMKM di Kota Bekasi masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah masih terbatasnya pemahaman sebagian pelaku usaha mengenai manajemen kewirausahaan yang baik.

Baca Juga: Tri Adhianto: Program Rp100 Juta per RW Jadikan Warga Bekasi Garda Terdepan Pembangunan

Herbert menilai kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelaku UMKM masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah, terutama dalam bentuk dukungan modal usaha.

“Kendalanya di pemerintah juga ada kendala, di pelaku usaha juga ada kendala. Pemahaman manajemen wirausaha belum begitu dipahami sehingga para pelaku UMKM selalu mengandalkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan modal,” pungkasnya.

Melalui berbagai program pembinaan yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Bekasi berharap pelaku UMKM dapat semakin berkembang, mandiri, dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bekasi.***