BEKASI.POJOKSATU.id - Pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Monev ini bertujuan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, aman, serta memberikan pengalaman positif dan bermakna bagi peserta didik baru.
Proses monev melibatkan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah, pengumpulan data, serta penilaian terhadap sejumlah aspek penting dalam pelaksanaan MPLS. Mulai dari kesiapan panitia, penyambutan siswa baru, pengenalan lingkungan sekolah, hingga penerapan nilai-nilai karakter.
Pengawas Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Bekasi, Supyanto, menyampaikan bahwa pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memantau kegiatan MPLS di kelas-kelas, memeriksa kelengkapan administrasi, serta memberikan masukan atau rekomendasi perbaikan kepada sekolah.
Baca Juga: FKSS Kota Bekasi Soroti Kebijakan Rombel 50 Siswa, Rencana Gugat Gubernur Jabar
“Kami dari pengawas ditugaskan untuk melakukan monev secara berkala selama pelaksanaan MPLS,” ujarnya dia baru-baru ini.
Menurutnya, monev berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan MPLS serta mengidentifikasi potensi kendala yang perlu segera ditangani.
“Pengawas sekolah menggunakan instrumen monev yang berisi indikator-indikator penilaian terkait persiapan, pelaksanaan, dan hasil MPLS,” jelasnya.
Supyanto menekankan bahwa dalam pelaksanaan MPLS, sekolah wajib menghadirkan kegiatan yang joyful, meaningful, dan mindful — yakni menyenangkan, bermakna, dan penuh kesadaran — agar siswa merasa nyaman dan termotivasi dalam proses belajar.
“Beberapa poin harus kami pastikan berjalan dalam pelaksanaan MPLS tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penting bagi sekolah untuk memastikan siswa memahami gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta melibatkan peran orang tua dalam mendukung program penguatan karakter anak.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Serahkan SK PPPK kepada Ratusan Nakes, Dorong Profesionalisme Pelayanan Kesehatan
“Kami harus memastikan siswa paham dan mengerti apa yang disampaikan selama pelaksanaan MPLS,” tandasnya.
MPLS, menurut Supyanto, bukan sekadar orientasi sekolah, melainkan momentum untuk membangun pondasi karakter dan budaya positif sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan.***




