BEKASI.POJOKSATU.id - Dalam upaya mencegah lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan rumah dan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Tanti Rohilawati, menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya penyakit DBD, mengingat kasusnya yang terus meningkat.
Hingga 15 Maret 2024, terdapat 441 kasus DBD dengan 4 kasus kematian, terbanyak di Kecamatan Jati Asih dan Bantargebang. Kasus kematian terjadi di beberapa kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Jati Asih.
Baca Juga: 9 Remaja Digelandang ke Polsek Bantargebang Gara-Gara Hendak Tawuran Sarung
"Data menunjukkan bahwa kasus DBD cenderung terjadi pada usia 15-44 tahun dan 5-14 tahun, dengan lebih banyak kasus pada laki-laki," tutur Tanti dalam keterangan resmi, Selasa, 19 Maret 2024.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah melakukan berbagai upaya, termasuk pembentukan grup WhatsApp untuk koordinasi, pemberian larvasida, kampanye di radio, monitoring kasus, dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait (Adv)***




