BEKASI.POJOKSATU.id – Pembangunan underpass di kawasan Durenjaya, Bekasi Timur, dinilai semakin mendesak seiring berjalannya proyek double-double track (DDT) yang akan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah Bekasi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto, mengatakan seluruh perlintasan sebidang di lintasan tersebut nantinya harus ditutup demi menjamin keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.

“Pembangunan underpass diperlukan untuk menghadapi perubahan sistem transportasi akibat proyek DDT. Nantinya seluruh perlintasan sebidang akan ditutup,” jelasnya, Senin, 1 Juni 2026.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Prioritaskan Underpass Durenjaya, Antisipasi Penutupan Perlintasan Sebidang DDT

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan rencana pembangunan underpass sebagai alternatif akses masyarakat. Bahkan, menurut Idi, perencanaan pembangunan underpass maupun flyover telah disusun sejak tiga hingga empat tahun terakhir.

“Kami sudah merencanakan sejak tiga sampai empat tahun lalu dengan mempersiapkan pembangunan underpass ataupun flyover,” ungkapnya.

Dalam perencanaan awal, kebutuhan anggaran pembangunan konstruksi underpass diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Nilai tersebut belum termasuk pembangunan akses pendukung dan pekerjaan tambahan lainnya.

Apabila seluruh tahapan perencanaan, koordinasi antarlembaga, dan proses penganggaran berjalan sesuai target, pembangunan underpass diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkot Bekasi Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Keberadaan underpass Durenjaya nantinya diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjadi solusi permanen terhadap dampak perubahan sistem transportasi akibat proyek DDT di Kota Bekasi.***