BEKASI.POJOKSATU.id - Pihak keluarga korban tenggelam di aliran Kali Bekasi, Vino Satria (15 tahun), sempat dibohongi oleh rekan-rekan korban tentang kematiannya.

Orang tua korban, Maulana (40) menerangkan, kalau teman-teman korban sempat berbohong kepada pihak keluarganya.

"Awalnya teman-temannya tuh bilang kalau Vino diamankan oleh pihak kepolisian," ungkap Maulana kepada awak media, Kamis, 26 September 2024.

Maulana mengaku sempat memastikan lagi pada rekan-rekan korban, akan tetapi mereka mengatakan Vino tidak tercebur ke aliran Kali Bekasi. Vino dikatakan tertangkap oleh polisi.  

Baca Juga: Polisi Tidak Bisa Pastikan Jumlah Remaja yang Nyebur ke Kali Bekasi

Mendengar informasi tersebut, pihak keluarga kemudian mendatangi Polsek Rawalumbu dan Polres Metro Bekasi Kota, untuk menanyakan keberadaan korban.

"Saya cari, saya tanya ke Kapolsek Rawalumbu nggak ada. Terus saya cari lagi ke Polres, nyatanya nggak ada," jelas dia.

Maulana menjelaskan, pihak keluarga juga sempat menghubungi Vino, tapi handphone yang dipegangnya tidak aktif.

Baca Juga: Polisi Sebut 6 Kelompok Gangster Berencana Tawuran di Cipendawa

Pihak keluarga kemudian diarahkan untuk melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. 

"Setelah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, pihak keluarga diminta untuk melakukan tes DNA, untuk memastikan salah satu jenazah merupakan Vino," ucap dia.

Pihak keluarga juga diminta memenuhi persyaratan, seperti kartu keluarga, akta, raport, sidik jari, dan tes DNA. Lantaran banyaknya prosedur, keluarga harus menunggu selama tiga hari sebelum akhirnya mendapat kepastian.***