BEKASI.POJOKSATU.ID - Seorang pria tanpa identitas diduga hendak mengakhiri hidupnya di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Mega Bekasi Hypermall pada Jumat, 20 Maret 2026 dini hari.
Pria tersebut terlihat berdiri di atas JPO dalam posisi berbahaya, memicu kepanikan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Informasi kejadian itu pun segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, yang menerima laporan langsung menuju lokasi bersama anggota untuk melakukan penanganan.
“Begitu kami menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan penanganan,” ujar dia.
Saat tiba di lokasi, situasi tampak menegangkan. Warga hanya bisa menyaksikan dari bawah dengan rasa cemas, sementara pria tersebut masih berada di posisi berisiko.
Kapolres kemudian memilih pendekatan persuasif dengan berkomunikasi langsung secara humanis kepada pria tersebut.
Baca Juga: Arus Mudik Mulai Meningkat di Kalimalang, Didominasi Pemotor ke Arah Timur
“Kami lakukan pendekatan secara humanis. Tidak boleh ada tindakan yang justru memperkeruh situasi,” katanya.
Proses negosiasi berlangsung cukup lama dan penuh ketegangan. Awalnya, pria tersebut tidak merespons upaya komunikasi dari petugas.
“Kondisinya cukup sulit karena yang bersan.gkutan awalnya tidak merespons. Jadi kami harus sabar dan terus mencoba membangun komunikasi,” ungkapnya.
Dengan pendekatan yang tenang dan penuh empati, petugas terus membujuk agar pria tersebut membatalkan niatnya.
“Kami ajak bicara pelan-pelan, kami yakinkan bahwa masih ada jalan keluar dari setiap masalah,” jelasnya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pria itu bersedia turun dari JPO dan berhasil diamankan dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah, akhirnya yang bersangkutan mau turun dan berhasil kami amankan dalam kondisi selamat,” ucapnya.
Baca Juga: Bekasi Ditinggal Mudik 60 Persen Warga, Pemkot Bekasi Minta Pendatang Punya Keahlian
Selanjutnya, pria tersebut dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk pendampingan medis dan psikologis.
“Kami pastikan yang bersangkutan mendapatkan pendampingan, baik secara medis maupun psikologis,” tambahnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian serupa agar dapat ditangani dengan cepat.
“Segera laporkan ke kami jika ada kondisi yang membahayakan seperti ini. Kecepatan informasi sangat membantu kami dalam bertindak,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
“Kepedulian kita terhadap sesama sangat penting. Bisa jadi, perhatian kecil kita dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” kata dia.***




