BEKASI.POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak Kamis 19 Februari 2026 malam memicu genangan setinggi 25 hingga 30 sentimeter di Jalan Sultan Agung, RT 010/RW 016, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
Menghadapi kondisi tersebut, aparat kepolisian langsung siaga sejak dini hari untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi kecelakaan di jalur padat kendaraan itu.
Genangan mulai meningkat sejak sekitar pukul 05.00 WIB, bertepatan dengan jam sibuk aktivitas warga.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Terima Audiensi Sanggar Berprestasi di Festival Seni Asia
Kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju, sementara antrean mulai terbentuk di beberapa titik. Situasi ini berisiko memicu kepadatan lebih panjang jika tidak segera diatur.
Kanit Lantas Bekasi Barat Iptu Aspeny mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan kenaikan debit air di lokasi tersebut.
“Ya, genangannya mungkin dari semalam, mengingat hujan turun dari semalam. Mungkin naik airnya dari jam 05.00 WIB pagi ya,” ujar Aspeny, di Bekasi, Jumat 20 Februari 2026.
Baca Juga: Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa Borong Juara di Festival Seni Asia 2026 Hong Kong
Menurutnya, kondisi jalan yang tergenang cukup membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Selain permukaan yang licin, kendaraan besar yang melintas juga menimbulkan gelombang air yang dapat mengganggu keseimbangan pengendara lain.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.
Baca Juga: Demi Keselamatan Pemudik, Perbaikan Tol Japek Dilakukan Siang Hari Meski Picu Kepadatan
Skema ini memungkinkan kendaraan menggunakan sebagian jalur dari arah berlawanan agar arus tetap bergerak.
“Untuk sementara kendaraan roda dua maupun roda empat dilakukan contraflow untuk pengalihan kepadatan,” kata Aspeny.
Contraflow diterapkan sepanjang kurang lebih 150 hingga 200 meter, mulai dari depan SPBU Vivo hingga depan BTN di Jalan Sultan Agung.
Langkah ini diambil sebagai solusi cepat agar antrean tidak semakin mengular hingga ke Jalan Ahmad Yani.
Aspeny menjelaskan, kepadatan sempat terjadi hingga belokan Taman Kota Bekasi.
Baca Juga: Awal Puasa Uji Kantong Warga, Harga Ayam, Sapi hingga Bawang Kompak Naik di Bekasi
Namun berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara intensif, kondisi perlahan berangsur terkendali menjelang siang.
Petugas tampak berjaga di beberapa titik genangan, membantu mengarahkan kendaraan agar tetap berada di jalur aman.
Polisi juga mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan serta menjaga jarak aman antar kendaraan.
Baca Juga: Perang Terbuka Lawan Pungli di Pasar Cikarang, Plt Bupati dan Kapolres Siap Sikat Oknum Pemeras PKL
Upaya pengamanan ini mendapat respons positif dari warga. Junaidi (48), yang hendak menuju Kranji, Bekasi Barat, mengaku sempat terjebak kemacetan, namun situasi tidak berlangsung terlalu lama berkat pengaturan aparat.
“Tadi sempat kejebak macet sebentar. Untungnya ada yang atur lalu lintasnya, jadi enggak terlalu parah,” ujarnya.
Menurutnya, Jalan Sultan Agung memang kerap menjadi titik rawan genangan saat hujan deras.
Baca Juga: Perang Terbuka Lawan Pungli di Pasar Cikarang, Plt Bupati dan Kapolres Siap Sikat Oknum Pemeras PKL
Karena itu, kehadiran petugas di lapangan sangat membantu menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, genangan masih terlihat menutup sebagian ruas jalan, meski debit air perlahan menurun.
Arus kendaraan tetap melaju dengan kecepatan terbatas, sementara petugas terus memantau situasi untuk memastikan tidak terjadi kecelakaan.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, kesiapsiagaan aparat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lalu lintas.
Langkah cepat penerapan contraflow dan pengawasan di lokasi menunjukkan respons sigap dalam menghadapi dampak hujan deras terhadap mobilitas warga Kota Bekasi.***




