BEKASI.POJOKSATU.ID - Menjelang dan memasuki Ramadan 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bekasi mulai merangkak naik.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menyentuh Rp100 ribu per kilogram, lebih dari dua kali lipat dibanding harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp40 ribu.
Lonjakan harga tersebut terpantau dalam pemantauan rutin yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi bersama kepolisian dan Badan Pangan Nasional.
Baca Juga: Hindari Jalan Berlubang, Pria 58 Tahun Tewas Tertabrak Truk Trailer di Bekasi
Analis Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, mengakui cabai menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan.
“Cabai yang terlihat lumayan naiknya, rawit merah Rp100 ribu dari harga biasanya Rp40 ribu,” ujar Eko, dikutip dari Radar Bekasi, Kamis 19 Februari 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, tren kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Camat Medan Satria Turun Langsung ke Rawa Pasung, Aduan Parkir Liar Tak Dibiarkan Berlarut
Harga daging ayam tercatat naik tipis dari Rp42 ribu per kilogram pada 13 Februari menjadi Rp42.500 pada 18 Februari.
Daging sapi bergerak dari Rp137.500 menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Komoditas telur ayam juga mengalami kenaikan dari Rp31.250 menjadi Rp31.750 per kilogram.
Baca Juga: Dari Kolong Fly Over Jadi Ruang Kreatif, Skatepark Bekasi Diserbu Anak Muda Saat Ramadan
Sementara itu, bawang merah terdongkrak dari Rp46.250 menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Untuk jenis cabai lainnya, cabai merah besar naik dari Rp42.500 menjadi Rp48.750 per kilogram.
Cabai merah keriting bergerak dari Rp47.500 menjadi Rp50 ribu. Cabai rawit tercatat Rp100 ribu dari Rp95 ribu pada 12 Februari.
Menariknya, cabai rawit hijau justru turun tipis dari Rp57.500 menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Kenaikan harga pangan menjelang Ramadan sendiri merupakan pola musiman yang kerap terjadi setiap tahun.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Karangmekar Ajak Warga Hubungi Call Center 110 Jika Ada Laporan
Meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa sering kali mendorong kenaikan harga, terutama pada komoditas hortikultura dan protein hewani.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak tinggal diam menghadapi fluktuasi harga tersebut.
Eko memastikan langkah intervensi telah disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Karangmekar Ajak Warga Hubungi Call Center 110 Jika Ada Laporan
“Ada langkah intervensi dari pemerintah kota, dari provinsi juga ada. Kita lakukan operasi pasar subsidi untuk intervensi,” katanya.
Secara nasional, Satgas Pangan Polri juga telah melakukan pemantauan intensif selama momentum Imlek dan Ramadan.
Pemantauan dilakukan di 18.628 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Baca Juga: Tempat Berburu Takjil di Bekasi, Ini 9 Lokasi Favorit Saat Bulan Ramadan
Sejumlah komoditas seperti telur dan beras bahkan disebut mulai menunjukkan tren penurunan di beberapa daerah.
Namun di tingkat lokal, dinamika harga tetap menjadi perhatian serius.
Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen memperketat pengawasan distribusi dan mendorong operasi pasar guna mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi.
Dengan tren kenaikan yang mulai terasa di awal Ramadan, stabilisasi harga menjadi kunci agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok selama bulan suci dapat terpenuhi tanpa tekanan berlebihan.***




