POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Seorang pria berusia 40 tahun berinisial AP melakukan tindakan bejat kepada anak tirinya yang duduk di kelas XII SMA, A, 18 tahun.

Aksi bejat ini terjadi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cabangbungin, sejak setahun terakhir.

Ibu kandung korban, Aminah, menjelaskan aksi itu dilakukan beberapa kali oleh ayah kandungnya.

Kejadian itu baru diketahui sang ibu kandungnya, setelah sang anak menjalani proses persalinan di kamar mandi rumahnya, pada Sabtu 25 Maret 2023 lalu.

BACA JUGA: Tiga Anak Dibawah Umur Diduga jadi Pelaku Pencabulan di Bogor

"Kayaknya sudah lama juga, setahunan dari 2022. Anak saya ngaku yang hamilin bapak sambungnya," kata Aminah, Jumat, 31 Maret 2023.

Aminah bercerita setalah menikah dengan AP pada 2011 silam. Dia membawa anak kandungnya sendiri dari pernikahan yang sebelumnya. Kala itu, A masih berumur 8 tahun.

Sejak saat itu, mereka bertiga tinggal di rumahnya. Selama 12 tahun menjalani pernikahan, Aminah mengaku tak menaruh kecurigaan terhadap suaminya.

Kecurigaannya mulai terjadi sejak sejak A duduk di bangku kelas XI SMA.

"'Digituin' kalau saya posisinya lagi enggak ada di rumah. Siang kan saya di rumah. Malam saya suka belanja bulanan. Pulang agak malam," kata dia.

"Saya curiga juga, tiap saya keluar rumah, pintunya dikunci. Kalau saya datang, mereka lama buka pintunya," ucap Aminah..

Kecurigaan Aminah semakin bertambah, saat sang buah hati tidak kunjung datang bulan. Sang ibu, beberapa kali mengajak anaknya untuk melakukan pengecekan ke bidan, akan tetapi selalu ditolak oleh korban.

BACA JUGA: Mantan Camat Bekasi Timur Jadi Tersangka Kasus Pencabulan

"Saya cuma curiga, tapi dia enggak jujur, saya tahu dia lama enggak datang bulan, mau dibawa ke bidan, dia enggak pernah mau," kata dia.

"Lama-lama kok perutnya makin gede. Karena dia enggak pernah mau, saya juga susah ngajaknya," sambung dia.

Kemudian, pada Sabtu, 25 Maret 2023, Aminah bersama Pelaku dan juga sang anak sedang berada di rumah untuk berbuka puasa bersama-sama.

Namun, saat itu korban merasa sakit perutnya dan langsung bergegas pergi ke Kamar mandi untuk beralasan buang air besar. A cukup lama berada di dalam kamar mandi.

Ia mengaku tak mengetahui bahwa saat itu anaknya tengah menjalani proses persalinan sendiri. Ketika terdengar suara tangisan bayi, pelaku yang berada di ruang tengah langsung datang menghampiri korban di kamar mandi.

Sedangkan korban, mendatangi ibunya untuk mengakui bahwa dirinya telah melewati persalinan.

"Waktu itu ada suami saya masih di ruang tengah. Terus kayaknya pas sudah lahiran, suami saya nyamperin masuk ke kamar mandi, anak saya keluar manggil saya," kata dia.

"Dia terus bilang ke saya, 'Keajaiban, Amel sudah melahirkan anak sendirian di bawah closet, di bawah undakan'. Lah saya kaget kan dia bilang begitu, setahu saya dia enggak hamil," terang Aminah.

BACA JUGA: Bocah Korban Pencabulan Trauma, Sering Menangis Ketika Teringat Kejadian

Saat itu, Aminah langsung pergi ke kamar mandi. AP terlihat sudah menggendong bayi berjenis kelamin perempuan, yang diduga sudah tidak bernyawa.

"Masih ada suara bayinya, yang urus kan suami saya, saya shock, saya ke kamar mandi, terus langsung keluar enggak lihat lagi. Bayinya ternyata meninggal. Tapi saya enggak tahu itu dibunuh atau enggak. Tapi kata suami saya, dipukul, dianiaya lah gitu," tutur Aminah.

Kemudian, pada saat itu juga Aminah langsung bertanya kepada sang buah hatinya, sosok yang telah menodai kehormatannya.

Aminah terkejut, ketika korban mengaku yang telah menodainya saat itu AP yang merupakan ayah tirinya sendiri.

Sang anak mengakui tidak ada ancaman dari AP untuk menutupi perbuatannya selama ini kepada korban.

"Saya tanya, kenapa enggak bilang dari dulu? Kata anak saya dibilangin sama pelaku, kalau dia dipenjara, nanti korban sama saya sendiri yang malu," katanya.

"Sering dikasih duit lebih banyak. Kemauan diturutin terus, mau dibeliin HP segala macam. Mungkin maksudnya biar anak saya enggak ngomong kali," demikian kata dia. (Adika F Utomo)