BEKASI.POJOKSATU.ID - Sebanyak 1.458 warga Kota Bekasi mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Para pemudik diberangkatkan dari kawasan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Minggu 15 Maret 2026 pagi.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi potensi kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan program mudik gratis tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Lebih dari itu, program tersebut juga ditujukan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat pulang kampung dengan fasilitas transportasi yang layak.

Baca Juga: Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Aman di Awal Operasi Ketupat 2026, Belum Ada Peristiwa Menonjol di Jalur Mudik

“Ini juga membantu warga masyarakat yang kurang mampu agar mereka tentu mendapatkan fasilitas kendaraan yang baik, nyaman, dan selamat,” ujar Tri, di Bekasi, 15 Maret 2026.

Dalam program mudik gratis tahun ini, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 27 unit bus yang akan mengantarkan para peserta menuju tujuh kota tujuan di Pulau Jawa.

Kota-kota tersebut antara lain Solo, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Malang, dan Madiun.

Tri menjelaskan keberangkatan dilakukan pada H-6 masa angkutan Lebaran agar para pemudik dapat melakukan perjalanan lebih awal.

Baca Juga: Jelang Puncak Mudik Lebaran, Volume Kendaraan Menuju Jalur Pantura di Bekasi Mulai Terlihat Meningkat

Dengan demikian, perjalanan diharapkan dapat berlangsung lebih lancar karena volume kendaraan di jalan tol maupun jalur utama masih relatif terkendali.

Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan seluruh armada bus yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan untuk menjamin keselamatan perjalanan para pemudik.

“Kami pastikan bahwa kendaraan dan pengemudinya sudah diperiksa,” kata Tri.

Sebanyak 59 pengemudi ditugaskan untuk mengoperasikan armada tersebut. Setiap bus dikemudikan oleh dua sopir guna menjaga keamanan perjalanan, sementara untuk rute jarak jauh ditambah satu pendamping tambahan.

Salah satu peserta mudik gratis, Maman (50), warga Rawalumbu, mengaku program tersebut sangat membantu masyarakat dalam menghemat biaya perjalanan saat musim mudik.

“Nyaman ya programnya, terus menghemat biaya juga. Kalau untuk tiga orang kan lumayan bisa hemat Rp 1,2 juta,” ujar Maman.

Baca Juga: Campak Sangat Mudah Menular, Orang Tua Diminta Waspada Gejala dan Pastikan Anak Sudah Imunisasi

Ia mengatakan telah tiga kali mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Bagi dirinya dan keluarga, mudik menjadi momen penting untuk kembali berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman.

Maman berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan kuotanya ditambah agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

“Menurut saya ini sangat bermanfaat bagi keluarga yang enggak mampu. Kalau bisa lebih ditingkatkan lagi kuotanya,” ujarnya.***