BEKASI.POJOKSATU.id - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mengembangkan layanan perawatan paliatif bagi anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga.
Pengembangan layanan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai rumah sakit daerah di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan serta memastikan pasien mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan medis dan kondisi klinisnya.
Dokter spesialis anak, dr. Reni Fitriasari, Sp.A., M.Kes., menjelaskan bahwa perawatan paliatif bagi anak dengan penyakit jantung bawaan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup pasien dan keluarganya.
"Perawatan paliatif pada anak dengan penyakit jantung bawaan tidak hanya berfokus pada kondisi medis, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarganya," jelasnya.
Menurut Reni, pendekatan tersebut mencakup pengendalian gejala, dukungan psikologis dan sosial, serta pendampingan bagi keluarga dalam menghadapi perjalanan penyakit anak.
Perawatan paliatif juga dapat diberikan sejak pasien didiagnosis dan berjalan bersamaan dengan terapi jantung lainnya. Dengan demikian, layanan ini bukan berarti menghentikan pengobatan atau menutup peluang pasien mendapatkan tindakan medis.
"Perawatan paliatif bukan berarti menghentikan pengobatan. Layanan ini dapat berjalan bersamaan dengan terapi jantung lainnya untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan dan kondisi klinisnya," ungkapnya.
Pendekatan tersebut memungkinkan tenaga kesehatan memberikan perawatan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan tujuan perawatan yang disepakati bersama keluarga.
Dalam mengembangkan layanan tersebut, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita turut memperkuat jejaring pelayanan dengan rumah sakit di berbagai daerah, termasuk melalui koordinasi rujukan pasien.
Sistem pelayanan ini mencakup retrieval atau penjemputan dan pemindahan pasien yang membutuhkan penanganan di pusat rujukan. Setelah mendapatkan penanganan yang sesuai, pasien dapat menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit daerah melalui mekanisme refer back atau rujuk balik berdasarkan kondisi klinis dan rekomendasi tim medis.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan bagi anak dengan penyakit jantung bawaan. Dengan koordinasi yang baik, pemantauan pasien dapat dilanjutkan di fasilitas kesehatan setempat sesuai kebutuhan.
Selain memperluas akses terhadap layanan spesialistik, sistem rujukan dan rujuk balik juga diharapkan dapat membantu mengurangi kebutuhan perjalanan berulang bagi pasien dan keluarga, terutama apabila perawatan lanjutan memungkinkan dilakukan di rumah sakit daerah.
Komunikasi antara tenaga kesehatan di pusat rujukan dan rumah sakit daerah juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan layanan tersebut.
Melalui koordinasi yang terarah, informasi mengenai kondisi pasien, rencana perawatan, kebutuhan tindak lanjut, hingga dukungan bagi keluarga dapat disampaikan secara berkesinambungan.
Reni menjelaskan, kebutuhan perawatan anak dengan penyakit jantung bawaan tidak selalu berakhir setelah tindakan medis dilakukan. Sebagian pasien masih membutuhkan pemantauan jangka panjang, pengendalian gejala, dukungan tumbuh kembang, serta pendampingan bagi keluarga.
Karena itu, pelayanan yang menyeluruh membutuhkan pendekatan multidisiplin dengan melibatkan dokter spesialis, tenaga keperawatan, dan tenaga kesehatan terkait lainnya.
"Pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam perawatan anak dengan penyakit jantung bawaan. Tidak hanya pasien, keluarga juga membutuhkan dukungan agar dapat menjalani proses perawatan dengan lebih baik," tuturnya.
Melalui pengembangan layanan paliatif dan penguatan kolaborasi dengan rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita berupaya meningkatkan kesinambungan perawatan bagi anak dengan penyakit jantung bawaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta memberikan pendampingan yang berkelanjutan bagi keluarga dalam setiap tahap perawatan.





