BEKASI.POJOKSATU.id -  Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Kondisi tersebut bahkan dikabarkan menyebabkan satu Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Bogor meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, Sedya Dwisangka, menyampaikan jamaah yang meninggal berasal dari Kloter JKS 7 asal Kabupaten Bogor.

“Yang meninggal sejauh ini satu orang dari JKS 7 asal Kabupaten Bogor. Jamaah tersebut mengalami kelelahan dan memiliki riwayat gangguan jantung,” ujar Sedya, Senin, 16 Mei 2026.

Baca Juga: Jelang Berangkat Haji, Wali Kota Bekasi Titip Pesan ke ASN Soal Layanan dan Pembangunan

Menurut Sedya, sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, seluruh jamaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi jamaah yang meninggal dunia tersebut dinilai masih layak untuk diberangkatkan karena hanya memiliki riwayat hipertensi ringan.

“Dari hasil pemeriksaan di embarkasi sebenarnya kondisinya tidak berat, hanya ada sedikit hipertensi dan masih dalam kategori aman,” jelasnya.

Baca Juga: Belum Ada Tersangka Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Ternyata Ini Penyebabnya

Ia menambahkan, perbedaan suhu dan cuaca yang cukup ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi para jamaah selama menjalankan ibadah haji.

Karena itu, pihak PPIH terus mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik, mengatur aktivitas ibadah, dan tidak memaksakan diri selama berada di Tanah Suci.

“Cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia, sehingga kami meminta jamaah selalu menjaga kesehatan selama proses ibadah haji berlangsung,” tutup Sedya.***