POJOKSATU.id - Seorang warga lanjut usia (lansia) Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri.
Korban berinisial AS, 73 tahun. Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya pada Selasa, 25 April 2023, pukul 14.00 WIB.
Kondisinya tak disangka-sangka siapapun yang melihatnya.
AS diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Tidak ada siapapun yang menemani dirinya.
Tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia, sebenarnya adik korban menelepon.
Saat menelepon tidak ada respons apapun dari korban. Tetapi, sang adik tidak menyimpan satu pun kecurigaan.
Dia hendak menelepon untuk bersilaturahmi ke rumah kakaknya dalam rangka Idul Fitri.
BACA JUGA: Karyawan Pergi Mudik, Gudang Palet di Cikarang Dilahap Api
Meski tak ada jawaban pada telepon itu, adik korban tetap berangkat ke rumah itu sesuai dengan jadwal yang dia tentukan.
Saat tiba di rumah itu, kakak korban tidak merespons sama sekali saat dipanggil.
Pintu rumah itu dalam kondisi terkunci dari dalam. Ada suara televisi masih menyala.
Karena tak kunjung ada jawaban dari dalam, adik korban pun memanggil petugas keamanan setempat.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kombes Erna Ruswing, adik korban berinisiatif untuk masuk ke rumah.
Karena pintu rumah terkunci, tidak ada cara lain untuk masuk selain didobrak.
BACA JUGA: Sejumlah ASN Kota Bekasi Tidak Masuk Kerja di Hari Pertama Usai Libur Lebaran
Bersama-sama petugas keamanan setempat, adik korban menjebol pintu depan dan berhasil masuk.
Di dalam rumah, adik korban sungguh terkejut melihat kondisi sang kakak.
Korban sudah terkapar dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tamu.
Korban juga sudah dalam kondisi mulai membusuk.
"Korban diperkirakan sudah meninggal sejak 3 hari yang lalu karena sudah tidak ada kabar lagi," ungkap Erna.
Artinya, sejak Sabtu, 23 April 2023, korban sudah tidak bernyawa.
Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi rumah itu.
Setelah menjalani proses identifikasi, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Meski demikian, keluarga korban menolak otopsi ataupun visum terhadap jasad korban.
Belum jelas apa yang menyebabkan kematian korban, tetapi keluarga ikhlas menerima kepergiannya.
"Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah," kata dia.
Karena menolak visum dan otopsi, keluarga korban pun memberikan pernyataan tertulis kepada polisi.
Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam




